Pemerintah Pusat canangkan WFH, Boyolali Tetap terapkan WFO

Fokus Jateng- BOYOLALI,-Pemkab Boyolali tetap menerapkan work from office (WFO) karena ingin tetap dekat dengan masyarakat untuk memberikan pelayanan optimal. Serta pelayanan publik di Kabupaten Bayolali terberjalan dengan baik.

“Kita lebih mengedepankan bagaimana pelayanan publik di Kabupaten Boyolaki terberjalan dengan baik. Kita harus tetap dalam posisi substansi melayani demokrasi,” kata Sekretaris Daerah Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani, Senin 25 Maret 2026.

Dijelaskan, pihaknya juga belum menerima instruksi dari Bupati Boyolali terkait kebijakan WFH. Namun, apabila memang benar bakal diterapkan kebijakan WFH, Wiwis menjelaskan tetap mengedepankan pelayanan publik.

Wiwis juga mengatakan bahwa kebijakan WFH dapat diterapkan jika memang ada instruksi resmi dari pemerintah pusat.

“Sampai dengan saat ini, kita belum ada dawuh secara tertulis terkait kebijakan WFH yang digaungkan oleh pemerintah pusat,” kata Wiwis.

“Kalau memang kita dari wilayah masing-masing daerah itu kan juga diserahkan sepenuhnya ya. untuk masalah kebijakan, mengambil atau tidak,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, saat muncul himbauan Work From Anywhere (WFA), Kabupaten Bayolali juga tidak mengambil. Sebab apabila diterapkan, hanya ada 4 hari pelayanan.

“Karena kita memang lebih mengedepankan bagaimana pelayanan publik di Kabupaten Bayolali terberjalan dengan baik. Bahwa substansi dari pemerintah Kabupaten Bayolali tetap kita tetap WFO, work from office tentu saja,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan terkait Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah sehari dalam sepekan. Kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto tidak lama ini.

Hanya saja, Pemkab Boyolali menyebut belum menerima instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait kebijakan Work From Home (WFH) untuk menghemat BBM. ( yull/**)