5.000 Warga PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun Gelar Deklarasi Damai Jelang Bulan Suro

Warga PSHT Cabang Sragen, Pusat Madiun, mengikuti deklarasi damai di Padepokan PSHT Desa Patihan, Sidoharjo, Minggu (24/5/2026). (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG.COM-SRAGEN-Warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen, Pusat Madiun menyatakan siap menjaga kondusivitas menjelang bulan Suro. Bukti komitmennya itu digelar deklarasi damai yang diikuti 5.000 warga PSHT di Padepokan PSHT Cabang Sragen, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Minggu 24 Mei 2026.

Ketika deklarasi tersebut, warga menyatakan komitmen menjaga persatuan, menghindari konflik, serta mendukung terciptanya suasana aman dan damai di wilayah Sragen. Momen tersebut juga menjadi langkah penegasan sikap organisasi bahwa PSHT berada di bawah kepemimpinan Kangmas H. Isoebijantoro, S.H. selaku Ketua Dewan Pusat dan Kangmas R. Moerdjoko H.W. sebagai Ketua Umum Pusat Madiun.

Koordinator Deklarasi Damai Budi Suratno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PSHT terhadap situasi keamanan daerah, terutama menjelang Bulan Suro yang identik dengan berbagai agenda tradisi perguruan.

Menurutnya, deklarasi damai menjadi langkah bersama dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif. “Kami ingin menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif, khususnya di Kabupaten Sragen menjelang Bulan Suro atau Muharram,” paparnya.

Kegiatan itu juga menjadi bentuk ajakan kepada seluruh anggota agar tetap menjaga nilai persaudaraan dan mengedepankan sikap saling menghormati. Deklarasi tersebut sekaligus menjadi langkah antisipasi terhadap potensi konflik yang belakangan terjadi di sejumlah daerah, baik konflik antarperguruan maupun gesekan horizontal di masyarakat.

Menurut Budi, berbagai peristiwa yang muncul di sejumlah wilayah menjadi perhatian bersama agar situasi serupa tidak terjadi di Kabupaten Sragen. “Salah satu tujuan deklarasi damai ini untuk meredam potensi konflik agar Sragen tetap aman, nyaman, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” katanya.

PSHT Cabang Sragen berharap momentum Bulan Suro dapat dimaknai sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan, bukan menjadi pemicu terjadinya konflik sosial. Penyelenggara juga berharap komitmen damai yang telah disampaikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam menghadapi Bulan Suro tahun ini, harapan kami Sragen tetap aman, lancar, dan tidak terjadi gangguan Kamtibmas,” tegas Budi. (hr)