Dishub Boyolali Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas Melalui Penambahan APILL, Rambu, dan Marka Jalan

Kepala Dishub Boyolali Insan Adi Asmono (Dok/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng – BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan lalu lintas melalui pembangunan serta penyempurnaan perlengkapan jalan di berbagai ruas strategis.

Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali menyebut jaringan jalan di Kabupaten Boyolali saat ini terdiri atas 277 ruas dengan total panjang 841,72 kilometer, meliputi 9 ruas jalan nasional sepanjang 59,87 kilometer, 2 ruas jalan tol sepanjang 42,94 kilometer, 4 ruas jalan provinsi sepanjang 64,91 kilometer, dan 262 ruas jalan kabupaten sepanjang 674,00 kilometer.

“Pengelolaan jalan tersebut dilaksanakan sesuai kewenangan masing-masing, yakni Pemerintah Pusat untuk jalan nasional, BPJT bersama Badan Usaha Jalan Tol untuk jalan tol, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk jalan provinsi, serta Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui DPUPR dan Dinas Perhubungan untuk jalan kabupaten,” papar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali Insan Adi Asmono. Jumat 24 Juli 2024.

Dijelaskan, di luar jaringan jalan tol, terdapat 429 simpang, terdiri atas 72 simpang pada jalan nasional, 34 simpang pada jalan provinsi, dan 323 simpang pada jalan kabupaten. Dari jumlah tersebut, 30 simpang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), yaitu 20 simpang pada jalan nasional dan 10 simpang pada jalan kabupaten.

Sebagai upaya meningkatkan keselamatan pada simpang yang belum bersinyal, Dishub Boyolali terus melakukan pemasangan perlengkapan jalan berupa marka dan rambu lalu lintas. Hingga bulan ini, penanganan telah dilaksanakan di 21 lokasi, meliputi 18 lokasi pemasangan marka jalan dan 3 lokasi pemasangan rambu lalu lintas. “Penanganan diprioritaskan pada kawasan sekolah, simpang strategis, serta ruas jalan dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi melalui pemasangan zebra cross, stopline, garis membujur utuh (solid), pita penggaduh, marka pengarah, marka tengah, serta rambu perintah, rambu larangan, dan rambu STOP,” ujarnya.

Program peningkatan keselamatan akan terus berlanjut. Mulai Agustus 2026, Dishub Boyolali melaksanakan pemasangan 103 titik rambu lalu lintas pada ruas prioritas di Jalan Musuk dan Jalan Tamansari. Selain itu, pembangunan APILL Simpang Andong mulai dilaksanakan minggu ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas pada salah satu simpang strategis di Boyolali.

“Penyediaan perlengkapan jalan merupakan langkah strategis dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan,” pungkasnya. (Ist/**)