Fokus Jateng – BOYOLALI- Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali bersiap mengoperasikan JPL 162 dan JPL 167 yang berlokasi di wilayah setempat. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil pemeriksaan bersama (joint inspection) 5 jalur perlintasan langsung (JPL) baru lintas Kadipiro–Kalioso, dengan perincian:
JPL 162 (nomor pos perlintasan sebidang kereta api) yang terletak di Km 99+849 antara Kadipiro–Kalioso, tepatnya di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, serta JPL 167 di Km 103+250 antara Kadipiro–Kalioso, tepatnya di Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali melalui Kepala Seksi Keselamatan, Joko Suripto, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan pembahasan kerja sama dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Semarang. Pembahasan ini mencakup peran, tanggung jawab, teknis pengoperasian, perawatan, serta pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) untuk kedua JPL tersebut, sebagaimana tertuang dalam butir 11 Berita Acara Pemeriksaan Bersama Nomor BA-BTP SMG 68 Tahun 2026.
“Kami berkomitmen untuk memastikan kedua perlintasan sebidang di Desa Giriroto dan Desa Sawahan ini beroperasi dengan standar keselamatan yang tinggi. Saat ini kami tengah menyiapkan aspek administrasi dan koordinasi lintas instansi,” ujar Joko Suripto. Sabtu 25 Juli 2026.
Dishub Boyolali telah menyiapkan 14 calon petugas penjaga perlintasan (PJL) yang seluruhnya telah mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun. Para calon PJL ini akan ditempatkan pada perlintasan prioritas yang membutuhkan penguatan aspek keselamatan, termasuk JPL 162 dan JPL 167.
Menurut Joko, berdasarkan hasil pemeriksaan bersama, terdapat beberapa catatan perbaikan yang harus ditindaklanjuti sebelum pengoperasian di kedua lokasi tersebut, antara lain: Perbaikan plafon luar dan atap yang bocor pada JPL 162.
Kemudian kabel grounding hilang pada JPL 162, serta potensi kabel FO menyangkut lengan barrier pada sisi barat JPL 167.
“Seluruh catatan tersebut menjadi tanggung jawab pihak terkait dan harus diselesaikan sebelum pengoperasian dimulai,” ujarnya.
Dijelaskan bahwa PT. LRS dijadwalkan akan menyamarkan lengan barrier hingga JPL dioperasikan, serta melaksanakan pelatihan pengoperasian pada 20 Agustus 2026. Ujicoba pengoperasian 5 JPL lintas Kalioso–Kadipiro direncanakan mulai 1 September 2026.
Menurutnya Kabupaten Boyolali memiliki sejumlah perlintasan sebidang kereta api yang tersebar di Kecamatan Ngemplak dan Juwangi. Dishub Boyolali terus berupaya meningkatkan keselamatan di setiap perlintasan dengan menyiapkan petugas dan fasilitas pendukung sesuai standar keselamatan dan ketentuan perkeretaapian nasional. (ist/**)
