Fokusjateng-SURAKARTA – Nuswantara Consulting bersama BP Consulting Group membentuk perusahaan patungan bernama PT Bisnis Perkasa Nusantara (BP Nuswantara) yang berkantor pusat di Surakarta, Jawa Tengah. Peluncuran perusahaan tersebut digelar di Dalem Wiryoningratan, Surakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Kehadiran perusahaan konsultan manajemen itu ditujukan untuk memperkuat tata kelola bisnis perusahaan dan instansi publik di Jawa Tengah sekaligus mendorong daya saing agar mampu berkembang hingga pasar nasional dan internasional.

Launching Ceremony BP Nuswantara berlangsung di Dalem Wiryoningratan Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, 21 Juli 2026. /*Thia
Founder & Managing Partner Nuswantara Consulting yang juga Direktur Utama BP Nuswantara, BRM Suryo Adhityo Nuswantoro, mengatakan Surakarta dipilih sebagai pusat operasional karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai simpul ekonomi dan budaya di Jawa Tengah. Menurut dia, pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi dari wilayah barat Indonesia menuju Jawa Tengah membuka peluang besar bagi berkembangnya layanan konsultasi manajemen.
“Surakarta dan wilayah sekitarnya memiliki banyak perusahaan keluarga yang sudah beroperasi selama lima hingga 20 tahun. Kami melihat masih banyak pelaku usaha yang belum memanfaatkan jasa konsultan manajemen independen untuk memperoleh perspektif baru dalam mengembangkan bisnisnya,” kata Suryo.
Ia menjelaskan BP Nuswantara akan memberikan pendampingan kepada berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif hingga menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Co-Founder & Managing Partner Nuswantara Consulting sekaligus Komisaris PT Bisnis Perkasa Nusantara, Zaki Ibrahim, mengatakan layanan yang diberikan tidak berhenti pada penyusunan strategi. Menurut dia, perusahaan juga akan mendampingi proses implementasi agar target yang ditetapkan klien dapat tercapai secara terukur dan berkelanjutan.
“Kami berupaya memahami tujuan setiap klien, kemudian menerjemahkannya menjadi langkah-langkah implementasi yang dapat diukur sehingga memberikan dampak nyata bagi perkembangan bisnis,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Bisnis Perkasa Nusantara yang juga Partner BP Consulting Group, Andrew Soehartono, menilai pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai sekitar 5,589 persen menjadi sinyal positif bagi perkembangan dunia usaha di daerah. Berbekal pengalaman menangani lebih dari 500 klien dan menyelesaikan sekitar 4.800 proyek di berbagai daerah di Indonesia, BP Consulting Group membawa pendekatan berbasis teknologi, metodologi, serta riset untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Menurut Andrew, setiap rekomendasi yang diberikan disusun berdasarkan analisis data kuantitatif dan kualitatif sehingga dapat membantu perusahaan meminimalkan risiko ketika melakukan ekspansi.
Founder & Managing Partner BP Consulting Group, Anthony Soehartono, mengatakan tantangan yang dihadapi banyak perusahaan bukan hanya pada aspek produksi, tetapi juga penguatan tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, dan sumber daya manusia.
“Kami ingin membantu perusahaan membangun fondasi bisnis yang lebih kuat melalui tata kelola yang baik serta metodologi yang telah kami kembangkan agar mampu menghadapi tantangan bisnis yang terus berubah,” katanya.
Pada tahap awal operasionalnya, BP Nuswantara menyatakan telah menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak di Jawa Tengah, di antaranya PT SHA Surakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surakarta, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surakarta, serta sejumlah lembaga pendidikan dan yayasan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penguatan ekosistem bisnis di Jawa Tengah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. (Thia/**)
