Fokus Jateng-BOYOLALI-Polisi amankan dua anak yang menjadi tersangka kasus duel viral di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Keduanya siswa salah satu SMK dan SMP di Boyolali. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa corbek sepanjang 155 cm dan 180 cm.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan ada dua anak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, yakni M (16) warga Kecamatan Boyolali, dan D (13) warga Kecamatan Gladagsari, Boyolali.
”Mereka adalah siswa salah satu SMK dan SMP di Boyolali,” kata Kapolres kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolres Boyolali, Rabu 9 September 2026.
Sebelumnya, aksi duel antarpelajar bersenjata tajam jenis celurit dan corbek di jalan Nasional Boyolali–Semarang, wilayah Kecamatan Ampel, Boyolali itu sempat viral di media sosial (Medsos). Duel itu diketahui terjadi pada Kamis 3 September 2026 sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi menangkap keduanya pada Senin 7 September 2026.
“Dari berita viral tersebut kami lakukan penyelidikan terhadap para pelajar tersebut, dan sudah kita amankan dua orang pelajar tersebut,” kata AKBP Indra.
Menurut Kapolres, duel antar pelajar tersebut terjadi akibat saling tantang dan saling ejek di media sosial. Setelah itu mereka janjian bertemu di suatu tempat untuk berkelahi. Dalam perkelahian selama sekitar 30 detik itu tidak ada yang mengalami luka
“Sebelum melakukan aksi tawuran, para pelajar ini memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk saling ejek dan saling tantang. Hingga akhirnya disepakati perkelahian menggunakan senjata tajam,” katanya.
Indra mengatakan peristiwa tersebut tidak bisa dibiarkan karena dapat merusak generasi muda dan berpotensi menghilangkan nyawa.
Ditegaskan, kedua pelajar itu disangkakan Pasal 307 ayat (1) UU RI nomor 1 tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Ancaman hukumannya paling lama 7 tahun. Kendati demikian, kedua pelajar itu tidak ditahan karena masih harus mendapatkan hak pendidikan. Keduanya tetap diperbolehkan menjalani pendidikan di sekolah masing-masing. (yull/***)
