Truk Tabrak Motor di Boyolali, Satu Meninggal Dunia 

Ilustrasi (Dok/Fokusjateng.com)

Fokusjateng – BOYOLALI,- Seorang pengendara motor meninggal dunia di Rumah Sakit dan satu orang mengalami luka ringan setelah bertabrakan dengan truk pengangkut ayam. Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Raya Solo–Semarang, tepatnya di Dukuh, Desa Penggung, Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, pada Jumat 24 Juli 2026 sekitar pukul 12.15 WIB.

Insiden bermula saat kendaraan truk Nopol AA 8156 D bermuatan ayam hidup melaju dari arah Semarang menuju Solo. Sesampainya di lokasi, truk mendahului kendaraan lain, namun melaju terlalu ke kanan.

“Jadi, Kendaraan truk menyalip kendaraan lain saat berada di jembatan, dan terlalu kekanan. Sesaat setelah keluar dari jembatan, sepeda motor Honda Revo Vit melaju dari arah sebaliknya, dan tabrakan tidak dapat dihindari,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Iptu Bambang Nova saat ditemui awak media.

Dijelaskan tabrakan pertama melibatkan truk dengan sepeda motor Honda Revo Fit nopol AD 3254 XX yang dikendarai Rizki Nur Rahmat (28) warga Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Saat yang sama, melaju dari arah belakang Honda Supra nopol AD 6750 D yang dikendarai Dwi Kristiyanto. Karena jarak terlalu dekat, pengendara Supra mengerem mendadak dan banting setir ke kiri untuk menghindari korban pertama yang tergeletak di jalan.

“Motor Supra menabrak pembatas jembatan dan pengendaranya terpental jatuh ke jurang di bawah jembatan. Alhamdulillah, proses evakuasi dan kedatangan ambulans cepat. Korban berhasil tertolong, namun satu korban meninggal dunia di rumah sakit,” paparnya.

Menurut Nova, korban meninggal dunia diketahui pengendara Honda Revo Fit. Sementara korban luka-luka adalah pengendara Honda Supra, Dwi Kristiyanto (49), warga Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali. Dia diduga mengalami patah kaki kanan.

Pengemudi truk diketahui bernama Roisul Humam (31, warga Desa Bawang, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Hingga saat ini kasus masih dalam penanganan Satlantas Polres Boyolali.

“Untuk dugaannya adalah kurang hati-hatinya pengemudi KBM Truk. Di lokasi tersebut terdapat jembatan, di mana aturan lalu lintas melarang kendaraan mendahului di atas jembatan. Namun pengemudi tetap mendahului,” pungkasnya. ( yull/**)