Inspirasi dari Karanganyar: Rekam Jejak Dr. Haryono, Figur Bankir Intelektual yang Membumikan ” Etos Kerja Tanpa Diawasi “

 

FOKUSJATENG.COM. KARANGANYAR — Di balik pesatnya laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karanganyar, sektor perbankan daerah mencatatkan kisah transformasi yang memikat. Salah satu aktor intelektual di balik moncernya performa PT BPR Bank Daerah Karanganyar (Perseroda) tidak lain adalah sang nakhoda utama, Dr. H. Haryono, SE., MM. Kisah perjalanan hidupnya yang sarat inspirasi kini terangkum apik dalam sebuah buku biografi bertajuk “Dr. H. Haryono, SE., MM: Kisah Sukses Si Anak Desa”.

Buku setebal kurang lebih 265 halaman karya Hamdani M.W ini bukan sekadar catatan riwayat hidup biasa. Lebih dari itu, karya literatur yang diterbitkan oleh Surya Pustaka Ilmu ini membedah bagaimana seorang anak desa mampu mendobrak keterbatasan hingga tumbuh menjadi seorang bankir jempolan sekaligus praktisi perbankan yang disegani di level regional dan nasional. Melalui narasi yang mengalir, pembaca diajak menyelami masa muda Haryono yang penuh perjuangan, di mana keterbatasan fasilitas justru menempa mentalitasnya menjadi pribadi yang tangguh, ulet, dan penuh visi.

Paduan Praktisi Ulung dan Intelektual Perbankan

Di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Solo Raya, sosok Dr. Haryono dikenal memiliki tempat tersendiri. Ia tidak hanya dipandang sebagai birokrat perbankan yang piawai mengejar target profitabilitas korporasi, melainkan juga sebagai seorang intelektual perbankan. Gelar doktor yang disandangnya menjadi bukti nyata bahwa setiap kebijakan bisnis, langkah digitalisasi layanan, hingga ekspansi kredit mikro yang diterapkannya di Bank Daerah Karanganyar selalu berlandaskan pada kajian akademik yang matang serta analisis risiko yang komprehensif.

Kombinasi antara intuisi bisnis lapangan yang tajam dan dasar teoretis yang kuat inilah yang membawa Bank Daerah Karanganyar melakukan lompatan besar. Di bawah kendalinya, aset bank daerah meroket secara signifikan dari tahun ke tahun. Berbagai apresiasi bergengsi tingkat nasional, termasuk Platinum Award dari majalah Infobank, berhasil diboyong ke Bumi Intanpari. Prestasi ini mengukuhkan posisinya sebagai rujukan nasional bagi pengelolaan BPR milik pemerintah daerah yang sehat, akuntabel, dan kompetitif.

Membumikan Falsafah Kerja Integratif

Salah satu ulasan paling mendalam dalam buku ini adalah mengenai transformasi budaya kerja corporate yang diinisiasi oleh Haryono. Ia berhasil memformulasikan tiga pilar etos kerja yang kini menjadi napas operasional seluruh karyawan Bank Daerah Karanganyar, yaitu:

Bekerja Optimal Tanpa Diperintah: Menumbuhkan inisiatif mandiri tanpa harus selalu menunggu instruksi atasan.

Jujur Disiplin Tanpa Diawasi: Menanamkan integritas mutlak dan tata kelola yang bersih (Good Corporate Governance) yang lahir dari kesadaran nurani, bukan karena paksaan eksternal.

Bertanggung Jawab Tanpa Diminta: Memiliki rasa kepemilikan (sense of ownership) yang mendalam terhadap kemajuan perusahaan dan pelayanan masyarakat.

Falsafah ini membuktikan bahwa bagi seorang Dr. Haryono, keberhasilan perbankan tidak semata-mata diukur dari angka-angka di atas kertas neraca, melainkan dari pembangunan karakter manusia di dalamnya. Integritas tanpa pengawasan ketat adalah kunci utama menjaga kepercayaan nasabah, yang notabene merupakan modal paling berharga dalam industri keuangan.

Keseimbangan Hidup dan Dedikasi untuk UMKM

Di samping mengulas strategi manajerial dan pemikiran intelektualnya, buku ini juga menyuguhkan sisi humanis Dr. Haryono. Di tengah kesibukan mengelola korporasi besar dan aktivitasnya dalam berbagai forum seminar perbankan, ia tetap menempatkan keluarga sebagai jangkar moralitas utamanya. Keseimbangan antara karier cemerlang, kontribusi keilmuan, dan kehangatan domestik menjadi potret utuh kepribadian yang matang.

Komitmennya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui dukungan penuh terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal juga menjadi benang merah yang tak terpisahkan dari kepemimpinannya. Dr. Haryono berhasil membawa perbankan daerah tidak hanya menjadi lembaga pencari laba, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa—sebuah lingkungan yang membentuk dan membesarkan dirinya.

Buku biografi ini pada akhirnya menjadi sebuah refleksi berharga. Bagi para praktisi, akademisi, maupun masyarakat umum, kisah Dr. Haryono memberikan pesan kuat: bahwa asal-usul dari sebuah desa terpencil bukanlah penghalang untuk mencapai puncak intelektualitas dan profesionalisme, sepanjang integritas dan dedikasi tetap menjadi kompas utama perjalanan hidup.

Secara khusus, Dr. Haryono menitipkan sebuah pesan mendalam yang membakar semangat, ditujukan langsung sebagai pelecut motivasi bagi generasi muda yang sedang meretas jalan menuju masa depan:

“Buku ini dipersembahkan buat anak-anak SD, SMP, SMA… bahwa sukses itu bukan milik orang-orang tertentu, namun milik siapapun yang mau bekerja keras, pantang menyerah dengan kondisi yang ada. Biar mereka terus punya semangat, terutama anak-anak yang memiliki keterbatasan kemampuan, apalagi yang kondisi orang tuanya sedang kepepet ekonomi. Yang paling penting, miliki spiritualitas,” tegas Dirut Bank Daerah Karanganyar tersebut menutup perbincangan.

( bre )