Bupati Karanganyar Rober Christanto Tekankan Pentingnya Jaga Ekologi Bumi Intanpari dari Alih Fungsi Lahan

 

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar menerima Kunjungan Kerja Spesifik dari Komisi II DPR RI dalam rangka pengawasan terkait permasalahan pertanahan serta penataan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD). Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Jumat (22/5/2026).

Kunjungan parlemen ini menjadi momentum krusial bagi jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat sinergisitas dengan pemerintah pusat. Fokus utama pertemuan diarahkan pada upaya menjaga ketahanan pangan nasional, kelestarian lingkungan hidup, serta penataan ruang yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian besar dan dukungan nyata yang diberikan oleh Komisi II DPR RI. Pihaknya berharap kehadiran para wakil rakyat ini mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan, khususnya dalam memproteksi lahan pertanian produktif di Bumi Intanpari.

Lebih lanjut, Rober Christanto menegaskan komitmennya agar pembangunan daerah tidak mengorbankan sektor lingkungan. Ia menaruh harapan besar agar pemerintah pusat terus mengalirkan dukungan, baik dalam bentuk regulasi yang berpihak pada daerah maupun penguatan bantuan infrastruktur. Sinergi ini dinilai penting untuk memperkokoh swasembada pangan sekaligus memastikan pembangunan Karanganyar tetap berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, mengamini bahwa persoalan defisit Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) serta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Karanganyar membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan data pemutakhiran, Kabupaten Karanganyar saat ini masih memerlukan tambahan luasan lahan sekitar 3,5 persen atau setara dengan 500 hektare guna melampaui target pemenuhan perlindungan lahan pertanian sebesar 87 persen.

Sebagai langkah konkret, pemerintah pusat berkomitmen mendorong percepatan infrastruktur irigasi Waduk Jlantah melalui pembangunan jaringan irigasi primer dan tersier. Proyek strategis ini diproyeksikan mampu menyuplai air secara optimal dan membuka potensi luasan lahan persawahan baru hingga mencapai 1.500 hektare.

“Dengan penguatan irigasi Waduk Jlantah, kebutuhan lahan sawah dilindungi di Karanganyar tidak hanya akan terpenuhi, tetapi juga berpotensi menciptakan surplus lahan pertanian baru di masa mendatang,” ujar Aria Bima di hadapan jajaran Pemkab Karanganyar. ( bre )