Dorong Konservasi Berkelanjutan, UNS Berdayakan Warga Purwosari Kulonprogo Lewat Ekowisata Birdwatching

fokusjateng.com – KULONPROGO, DIY– Dalam upaya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal dan mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 Kemitraan, Grup Riset Biosystematics and Ecological Studies dari Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menggelar program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Kegiatan yang bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Integrasi Ekowisata Birdwatching dan Citizen Science untuk Konservasi Biodiversitas Berkelanjutan” ini dilangsungkan di Desa Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 15–17 Mei 2026.

Program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan didanai penuh oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui skema Hibah Grup Riset (HGR) Pengabdian pada Masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Tim Grup Riset Biosystematics and Ecological Studies dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggandeng pihak lokal dari Komunitas Lestari Purwosari sebagai mitra strategis dari program pengabdian masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program di tingkat lokal.

Ketua Grup Riset, Dr. Puguh Karyanto, S.Si, M.Si, Ph.D, menyatakan bahwa Desa Purwosari memiliki kekayaan ekologis dan potensi keanekaragaman hayati yang luar biasa, khususnya jenis burung lokal yang eksotis. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan secara lestari oleh masyarakat setempat.

“Kami dari Tim Grup Riset Biosystematics and Ecological Studies dari Universitas Sebelas Maret (UNS) hadir untuk memantik kesadaran warga bahwa burung-burung di sekitar mereka bukan sekadar pelengkap alam, melainkan aset berharga yang bisa mendatangkan manfaat ekonomi tanpa harus merusak atau memburunya. Lewat integrasi ekowisata birdwatching (pengamatan burung) dan citizen science (sains warga), masyarakat diajak terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan sekaligus dapat memperoleh kemanfaatan secara ekonomi dari potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki. “Ujar Dr. Puguh.

Selama tiga hari, warga mendapatkan penyuluhan intensif mengenai pentingnya konservasi biodiversitas dan memanfaatkan potensi hayati lain sebagai pendukungnya. Tidak hanya teori, Tim pelaksana juga langsung menerjunkan masyarakat dan mahasiswa dalam pilot project ekowisata birdwatching. Warga diberi penyuluhan untuk meaksimalkan potensi hayati yang dimiliki dan dilibatkan secara partisipatif dalam kepemanduan lapangan serta mencatat data bioekologi sebagai bagian dari kontribusi ilmiah (citizen science).

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari kolaborasi solid para pakar multidisiplin ilmu dari UNS yang tergabung dalam Tim pelaksana, antara lain Prof. Dr. Muzzazinah, M.Si, Nurmiyati, S.Pd, M.Si, Alanindra Saputra, S.Pd, M.Sc dan Joko Ariyanto, S.Si, M.Si. Melalui integrasi ini, Desa Purwosari diharapkan mampu tumbuh menjadi destinasi ekowisata baru di DIY yang menawarkan pengalaman edukatif bagi para pengamat burung dan pencinta alam, sekaligus menjadi benteng perlindungan bagi keanekaragaman hayati nusantara.

Keberadaan Grup Riset Biosystematics and Ecological Studies UNS Surakarta sebagai group riset yang bernaung di bawah Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini berfokus pada penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang keanekaragaman hayati, taksonomi, dan konservasi ekologi demi terwujudnya hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Selama ini kontak media Grup Riset Biosystematics and Ecological Studies menginduk pada UNS Website induk www.uns.ac.id ( ist/**)