Foto : Sartono SH ketua komisi C DPRD Kabuoaten Karanganyar
FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Persoalan sampah di Kabupaten Karanganyar kini memasuki fase krusial. Di tengah tumpukan residu harian yang mencapai ratusan ton, infrastruktur pengangkutan dan optimalisasi fasilitas pengolahan menjadi kendala utama yang harus segera diatasi.
Kondisi TPA Sukosari yang kian padat memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk bergerak lebih cepat. Tidak hanya soal lahan, namun optimalisasi teknologi pengolahan sampah di lokasi tersebut menjadi kunci agar beban pembuangan akhir tidak semakin menggunung.
Desak Operasional Hanggar dan Mesin Pengolah
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karanganyar, Sartono, SH, memberikan catatan serius terkait fasilitas yang sudah tersedia di TPA Sukosari. Ia mendesak agar hanggar pengolahan sampah yang telah terbangun beserta seluruh perangkat di dalamnya segera dioperasionalkan secara maksimal.
“Kondisi TPA Sukosari sudah sangat padat. Kami mendesak agar hanggar yang sudah selesai dibangun itu segera dioperasionalkan. Di sana sudah ada mesin pencacah, konveyor, hingga alat pengolah organik. Fasilitas ini harus segera bekerja agar sampah yang masuk bisa langsung diproses dan dikurangi volumenya,” tegas Sartono.
Menurutnya, keberadaan mesin-mesin tersebut akan sia-sia jika tidak segera difungsikan untuk mereduksi sampah yang terus berdatangan setiap hari.
Urgensi Armada Dump Truk yang Minim
Selain masalah operasional hanggar, Sartono kembali menyoroti krisis sarana transportasi sampah. Ia menegaskan bahwa pengadaan armada dump truk adalah kebutuhan paling mendesak saat ini mengingat minimnya unit yang dimiliki daerah.
“Jadwal angkut di lapangan sering terhambat karena keterbatasan unit pengangkut. Penambahan armada dump truk ini sifatnya sudah sangat mendesak. Ini adalah mata rantai yang tidak boleh putus; fasilitas pengolahan sudah ada, maka armada pengangkutnya juga harus memadai agar distribusi sampah lancar,” tambahnya.
Pengawalan Anggaran untuk Solusi Terpadu
Komisi III DPRD berkomitmen untuk membawa isu percepatan operasional hanggar dan pengadaan armada ini ke dalam pembahasan anggaran. Sartono berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar melakukan langkah taktis agar sinkronisasi antara hulu dan hilir pengolahan sampah dapat berjalan efektif.
“Kesehatan dan kenyamanan warga Karanganyar adalah prioritas. Kami akan terus mengawal agar alokasi anggaran untuk penambahan dump truk serta biaya operasional mesin di hanggar Sukosari menjadi perhatian utama pemerintah daerah demi menghindari ledakan masalah sampah di masa depan,” tutupnya.
