Koleksi Rusa Timor di  DLH Boyolali Bertambah 

fokusjateng.com -BOYOLALI, – Koleksi rusa di ruang terbuka hijau Boyolali bertambah, setelah seekor rusa timor melahirkan secara alami di kandang konservasi milik Pemkab pada Minggu 10 Mei pagi.

Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Teguh Tri Kuncoro, mengatakan saat lahir, bayi rusa itu dalam kondisi prematur, sehingga membutuhkan penanganan khusus pada hari pertama.

“Ya, rusa itu melahirkan pada 10 Mei 2026 pagi. Diperkirakan lahir belum cukup bulan. Dari pagi sampai malam belum bisa netek ke induknya, jadi pada malam itu kami bekerja sama dengan Disnakkan untuk memberikan perawatan,” ujar Teguh, Rabu 13 Mei 2026.

Dijelaskan pihaknya bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) langsung memberi susu pengganti dan memantau kondisi bayi rusa secara intensif.

“Upaya itu membuahkan hasil. Setelah dua hari perawatan, kondisi anakan rusa timor berangsur stabil,” imbuhnya.

Menurut Teguh, kelahiran ini merupakan proses alami dari kelompok rusa timor yang selama ini dipelihara DLH. Selain itu, induk rusa jenis lain juga sudah beberapa kali melahirkan, menandakan lingkungan kandang cukup mendukung perkembangbiakan. Meski begitu, pihaknya belum berencana memindahkan rusa ke lokasi lain.

“Fokus kami memastikan induk dan anaknya sehat dulu. Sampai saat ini rusa tersebut semakin sehat. Sudah mulai aktif dan mau menyusu ke induknya,” katanya.

Dengan lahirnya satu ekor anakan, populasi rusa timor di kandang DLH Boyolali kini menjadi tiga ekor. Selain rusa timor, DLH juga merawat berbagai jenis satwa sebagai bagian dari konservasi keanekaragaman hayati sekaligus sarana edukasi masyarakat.

Berdasarkan data terbaru, koleksi satwa DLH Boyolali meliputi rusa totol sebanyak 18 ekor, kelinci 1 ekor, merpati 4 ekor, dara 32 ekor, ayam mutiara 2 ekor, ayam jambul 16 ekor, kura-kura 1 ekor, merak 4 ekor, dan lovebird 4 ekor.

Seluruh satwa ditempatkan di kawasan ruang terbuka hijau yang dikelola DLH. Lokasi ini rutin dikunjungi pelajar dan masyarakat umum untuk belajar tentang satwa dan pentingnya menjaga habitat. ( yull/**)