Tak Lagi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Warga Tohkuning Karanganyar Kini Miliki ‘Jembatan Merah Putih’

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Senyum lega terpancar dari wajah warga Desa Tohkuning, Kecamatan Karangpandan. Hari ini, Selasa (12/5), menjadi tonggak sejarah baru bagi mobilitas warga Dusun Claket dan Dusun Pendoworejo. Jembatan Merah Putih yang dinanti-nanti akhirnya resmi berdiri kokoh dan diresmikan langsung oleh jajaran Forkopimda Karanganyar.

Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto, didampingi Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti dan Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kavaleri Danang Prasetyo.

Sinergi untuk Akses Vital

Pembangunan jembatan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, akses utama warga ini roboh total diterjang banjir besar, menyisakan kesulitan bagi aktivitas ekonomi maupun pendidikan. Menindaklanjuti instruksi Presiden untuk memetakan infrastruktur rusak, Polres Karanganyar bergerak cepat melakukan penyisiran.

“Kami menemukan kondisi jembatan di Claket ini sangat memprihatinkan. Berkat koordinasi cepat dengan Pemkab, pembangunan segera dilaksanakan dengan sinergi penuh antara Polri, TNI, dan masyarakat,” ujar Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti.

Keamanan Bagi “Pejuang Ilmu”

Salah satu poin paling menyentuh dari hadirnya jembatan ini adalah jaminan keselamatan bagi anak-anak sekolah. Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengenang betapa beratnya perjuangan para pelajar sebelum jembatan ini rampung.

“Dulu, anak-anak sekolah harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai saat banjir demi sampai ke sekolah. Sekarang, tidak ada lagi kekhawatiran orang tua akan keselamatan anak-anak mereka,” tegas Rober Christanto.

Lebih dari Sekadar Beton: Rekor Gotong Royong

Jembatan Merah Putih bukan sekadar proyek konstruksi biasa. Di balik betonnya yang kokoh, tersimpan semangat gotong royong yang luar biasa dari warga Dukuh Claket. Secara bergantian melalui sistem sif, warga turun tangan membantu personel Polres dan Babinsa di lapangan setiap harinya.

Kini, jembatan tersebut memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik:

  • Akses Kendaraan: Sudah bisa dilalui kendaraan roda empat secara aman.

  • Efisiensi: Memangkas waktu tempuh warga secara signifikan.

  • Ekonomi: Mempercepat distribusi hasil pertanian desa ke pasar.

Pesan untuk Merawat Bersama

Di akhir prosesi peresmian, Bupati berpesan agar kemegahan Jembatan Merah Putih ini dibarengi dengan rasa memiliki yang tinggi dari masyarakat. Ia meminta warga rutin melakukan kerja bakti membersihkan saluran air di sekitar pondasi.

“Rawat jembatan ini dengan gotong royong. Pastikan tidak ada penyumbatan di pondasi agar tetap kokoh meski debit air sungai meningkat,” pungkasnya. ( bre/ gdr )