fokujateng.com – BOYOLALI – Konflik perang antara AS-Israel dengan Iran cukup berdampak pada pembangunan daerah di Kabupaten Boyolali. Sejumlah bahan bangunan mengalami kenaikan, kondisi ini memaksa proses lelang proyek infrastruktur di Boyolali, terpaksa harus mundur karena menunggu penyesuaian kembali standar harga satuan pekerjaan.
“Kalau infrastruktur, selain karena ada efisiensi (anggaran) juga ada gejolak untuk satuan harganya,” kata Bupati Boyolali Agus Irawan di sela mendampingi kunjungan Menteri Koperasi di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kragilan, Kecamatan Mojosongo. Rabu 13 Mei 2026.
Dijelaskan, situasi politik global yang belum menentu membuat harga bahan baku proyek infrastruktur mengalami perubahan cukup signifikan. Salah satunya terjadi pada harga pasir hasil tambang yang didistribusikan menggunakan truk.
Menurut dia, kenaikan harga bahan bangunan tersebut merupakan imbas konflik timur tengah yang berdampak harga minyak dunia melonjak. Sehingga harga-harga turunan minyak ini, termasuk aspal, plastik juga ikut naik.
“Jadi satuan harganya kita revisi dulu. Karena kalau itu (daftar satuan harga) kita terbitkan dulu untuk lelang, harganya berbeda dengan pasar akan menimbulkan gejolak,” ujarnya.
Pemkab Boyolali pun memilih menunda proses lelang proyek infrastruktur sampai penyesuaian harga satuan selesai dilakukan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Ini berlaku ke semua kegiatan infrastruktur. Semua proses lelang proyek fisik sementara ini menunggu dulu hasil penyesuaian standar harga satuan pekerjaan keluar,” pungkasnya. ( yull/**)
