Ketua Komisi A DPRD Karanganyar Soroti Wacana Kenaikan PAD Sektor Pariwisata: Jangan Hanya Kejar Angka!

Foto : Tony Hatmoko saat membuka dan mendukung event olahraga berbasis lingkungan alam

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata mendapat tanggapan kritis dari kalangan legislatif. Ketua Komisi A DPRD Karanganyar sekaligus politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), *Tony Hatmoko*, mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada angka semata.

Menurut Tony, pertumbuhan sektor pariwisata seharusnya tidak hanya dipandang dari satu sisi, yaitu peningkatan pundi-pundi daerah. Ia menekankan bahwa esensi utama dari pariwisata adalah dampak luas (multiplier effect) bagi ekonomi kerakyatan.

Prioritaskan Infrastruktur dan Daya Beli

Tony menyoroti kondisi riil di lapangan di mana daya beli masyarakat saat ini sedang mengalami penurunan. Dalam situasi tersebut, ia menilai belum saatnya Pemkab mematok target tinggi tanpa dibarengi dengan dukungan fasilitas yang memadai.

“Saat daya beli masyarakat turun, maka belum selayaknya menarget tinggi sektor pariwisata tanpa Pemkab memberikan skala prioritas pada infrastruktur penunjang, sarana prasarana, hingga pembinaan masyarakat di lingkungan pariwisata,” ujar Tony tegas.

Ia menambahkan bahwa kebijakan anggaran haruslah berpihak pada kemajuan UMKM di kantong-kantong wisata seperti Tawangmangu, Ngargoyoso, hingga Karangpandan.

PAD Penting, Tapi Dampak Sosial Lebih Utama

Lebih lanjut, legislator PKB ini menekankan bahwa keberhasilan pariwisata diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga sekitar. PAD memang instrumen penting untuk pembangunan, namun bukan satu-satunya indikator kesuksesan.

Beberapa poin krusial yang menurutnya harus menjadi fokus Pemkab Karanganyar antara lain:

Pertumbuhan Usaha Lokal: Masyarakat sekitar harus mampu membuka dan mengembangkan usaha sendiri.
Penyerapan Tenaga Kerja: Pariwisata harus menjadi solusi atas keterbukaan lapangan kerja bagi warga lokal.
Kelestarian Lingkungan: Pembangunan pariwisata tidak boleh mengorbankan ekosistem alam yang menjadi aset utama Karanganyar.

“PAD ya penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah dampak positif di lingkungan pariwisata. Bagaimana masyarakat yang buka usaha tumbuh, tenaga kerja terserap banyak, serta kelestarian lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.

Dengan adanya tanggapan ini, diharapkan Pemkab Karanganyar dapat meramu kebijakan yang lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada penguatan fondasi ekonomi masyarakat di lereng Lawu.

Tony mengungkapkan bahwa ia jauh lebih apresiatif jika sektor pariwisata didorong untuk kemajuan ekonomi akar rumput dibandingkan hanya mengejar target setoran PAD.

“Sebagai wakil rakyat, saya lebih merasa bahagia kalau sektor pariwisata didorong maju untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat di lingkungan wisata dan pelaku usaha dengan ekologi lingkungan yang terjaga baik,” ungkap Tony.

Menurutnya, sinergi antara pertumbuhan usaha lokal dan penjagaan ekosistem adalah kunci keberlanjutan pariwisata di wilayah lereng Lawu seperti Tawangmangu dan Ngargoyoso.

Dukungan untuk Wisata Berbasis Event Alam

Secara spesifik, Tony memuji model pariwisata yang mampu mendatangkan massa sekaligus mempromosikan kelestarian alam. Ia mencontohkan beberapa kegiatan yang sudah berjalan sukses di Karanganyar . ( bre )