PT Combine Will Industrial Indonesia Tak Perpanjang Kontrak 800 Karyawan Dampak Ekonomi Global Lesu

Rapat koordinasi antara PT CWII Sragen dengan Disnaker Sragen bersama DPRD Sragen. (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG.COM-SRAGEN-PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) tidak memperpanjang kontrak 800 karyawan. Meski demikian, jika ada rekruitmen karyawan baru, mantan karyawan pabrik yang berlokasi di Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, ini menjadi prioritas diterima kembali.

Alasan tidak memperpanjang kontrak karyawan lantaran akibat ekonomi global lesu, sehingga manajemen pabrik memutuskan untuk ambil langkah efisiensi. Akibat ekonomi global lesu ini memicu lonjakan harga bahan baku serta penurunan volume pesanan secara signifikan dari pasar internasional yang diprediksi bertahan hingga akhir tahun 2026.

“Kami luruskan bahwa ini bukan PHK. Melainkan, masa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) para karyawan tersebut memang sudah habis sesuai dengan jangka waktu yang disepakati sebelumnya, dan saat ini kontraknya tidak diperpanjang,” papar IDN Legal and Relationship Manager PT CWII, Vonnie Tantony, kepada wartawan, Senin 18 Mei 2026.

Kebijakan ini, lanjut dia, murni merupakan penyesuaian operasional perusahaan. Ia membantah keras anggapan bahwa perusahaan tengah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal secara sepihak.

Pengurangan tenaga kerja ini tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap hingga akhir Mei 2026. Pihak manajemen menyadari betul bahwa keputusan ini membawa dampak yang berat bagi para pekerja dan keluarga mereka. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proses ini secara transparan, humanis, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Seluruh hak-hak karyawan yang selesai masa kontraknya dipastikan akan dipenuhi seratus persen tanpa ada yang dikurangi, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” papar dia.

Untuk memastikan proses transisi berjalan kondusif, PT CWII juga terus melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sragen. Langkah ini sekaligus menjadi bukti komitmen perusahaan dalam merealisasikan poin-poin kesepakatan yang sebelumnya telah dibahas bersama DPRD setempat.

Kendati situasi saat ini sedang sulit, PT CWII tidak tinggal diam. Manajemen tengah bergerilya melakukan komunikasi intensif dengan para pelanggan dan mitra usaha di luar negeri guna mendongkrak kembali volume produksi mereka.

Jika strategi pemulihan pasar berjalan mulus, perusahaan menargetkan grafik produksi bisa kembali menguat pada akhir tahun ini. “Kami berharap kondisi pasar global segera membaik. Target kami, pada kuartal IV tahun 2026 nanti, proses rekrutmen tenaga kerja sudah bisa dibuka kembali,” jelasnya. (hr)