FOKUSJATENG.COM,KARANGANYAR – Angka konsumsi ikan yang masih tergolong rendah di Kabupaten Karanganyar menjadi alarm serius bagi kesehatan generasi muda, terutama dalam membendung ancaman stunting. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama Bank Indonesia Solo dan PKK membagikan strategi instan sekaligus berkelanjutan: membagikan “modal ketahanan pangan” langsung ke halaman rumah warga.
Lewat Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Senin (27/7/2026), pemerintah tak sekadar mengimbau warga untuk rajin makan ikan, melainkan memberi fasilitas lengkap agar warga bisa memproduksi sumber proteinnya sendiri.
Bukan Sekadar Bantuan, Warga Diajak Mandiri Pangan
Guna memastikan gizi anak terpenuhi, sebanyak 100 paket budidaya perikanan skala rumah tangga disalurkan kepada warga. Menariknya, paket ini dirancang terintegrasi:
-
- 1 set kolam terpal dan 80 ekor benih lele plus 8 kg pakan.
- 3 polybag bibit cabai untuk memanfaatkan lahan sempit.
- 100 paket olahan ikan (abon, nugget, dan frozen fish) serta bantuan nutrisi untuk balita stunting dan kader PKK.
”Program ini dirancang tidak berhenti pada pemberian bantuan. Selama tiga bulan ke depan, kami akan mengawal, mengedukasi, hingga mengadakan lomba inovasi olahan panen agar warga benar-benar mandiri,” tegas Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar, dr. Farida Rober Christanto, M.K.M.
Menjaga Sungai, Memanen Gizi
Tak hanya menyasar pekarangan rumah, upaya penyelamatan ekosistem perairan juga dilakukan lewat aksi Jogo Kali. Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., bersama Forkopimda menerjunkan 2.000 benih ikan tawes langsung ke Kali Walikan.
Bupati menegaskan bahwa memerangi stunting dan rendahnya konsumsi ikan membutuhkan sungai yang bersih serta lingkungan yang mendukung.
”Ikan adalah sumber protein berkualitas untuk kecerdasan anak dan mencegah stunting. Namun sungai tempat ekosistemnya juga harus dijaga. Jika sungainya lestari dan pekarangan rumahnya produktif, ketahanan pangan Karanganyar akan sangat kuat,” ujar Rober.
Dampak Ekonomi Berkelanjutan
Dukungan dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo kian mempertegas bahwa gerakan gizi ini memiliki nilai tambah ekonomi. Deputi Kepala Perwakilan BI Solo, Pramudya Wibaksana, menilai kolaborasi ini berpotensi melahirkan UMKM baru berbasis olahan hasil perikanan di tingkat desa.
Dengan adanya pendampingan ketat, pelatihan pengolahan, hingga kompetisi inovasi panen, gerakan Gemarikan di Desa Wonorejo ini diharapkan tak hanya melahirkan anak-anak yang sehat dan bebas stunting, tetapi juga mengangkat perekonomian keluarga perdesaan di Karanganyar. ( rls/bre)
