Fokus Jateng, BOYOLALI,- Promotor FIM MotoMini Indonesia Series menargetkan ajang balap menjadi langkah nyata dalam mengantarkan talenta muda Indonesia menuju panggung dunia.
Selain menjadi ajang unjuk gigi bagi bibit-bibit unggul otomotif nasional, penyelenggaraan di Sirkuit Karting Boyolali ini diharapkan mampu memberikan dampak positif ganda (multiplier effect), mulai dari menggerakkan sektor ekonomi lokal, industri pariwisata, hingga menarik minat investor terhadap potensi besar atlet muda Indonesia.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah siap melaksanakan kegiatan putaran pertama MotoMini Indonesia Series. Masing-masing pembalap cukup kompetitif dan berani,” ujar Promotor FIM Moto Mini Indonesia Series 2026, Maharani, kepada wartawan saat ditemui di Sirkuit Karting Boyolali, Sabtu 12 September 2926.
Ia mengatakan putaran pertama MotoMini Indonesia Series tahun ini telah dipersiapkan dengan baik. Kompetisi tersebut mempertandingkan sejumlah kelas dengan diikuti pembalap muda berbakat. Menurutnya, kemampuan para pembalap muda menunjukkan perkembangan dibandingkan musim sebelumnya.
“Para pembalap muda itu terlihat dari hasil kualifikasi yang menunjukkan peningkatan performa sejumlah peserta,” katanya.
Maharani berharap pembinaan melalui Moto Mini Indonesia Series dapat melahirkan pembalap-pembalap Indonesia yang mampu mengikuti jejak talenta nasional seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji yang telah berkiprah di level internasional.
“Harapannya kita bisa membawa pembalap ke jenjang prestasi dunia. Ini yang kita harapkan dari talenta-talenta muda berbakat kita,” katanya.
Sementara itu, Sporting Manager Moto Mini Indonesia, Harlan Fadhillah, mengatakan FIM MotoMini Indonesia Series menjadi salah satu wadah penting untuk menemukan dan mengembangkan pembalap muda Indonesia yang diproyeksikan menuju kompetisi internasional, selain itu pembinaan pembalap muda menjadi fokus utama penyelenggaraan kompetisi tersebut.
“Pembinaan harus lebih dijalankan. Event ini menjadi wadah untuk mencari dan menjaring atlet atau pembalap muda Indonesia yang nantinya bisa bersaing di level internasional,” katanya.
Dijelaskan, penyelenggaraan FIM MotoMini Indonesia Series tahun ini memasuki tahun kelima dengan dukungan Pertamina. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program pembinaan pembalap muda. Dari sisi kompetisi, persaingan musim ini semakin ketat. Ia mencontohkan peningkatan catatan waktu para pembalap saat berlaga di Boyolali.
“Di Boyolali, tahun lalu catatan waktunya sekitar 59 detik, sekarang sudah bisa 58 detik. Begitu juga yang tahun lalu sekitar 1 menit 13 detik, tahun ini sudah 1 menit 09 detik. Artinya mereka semakin cepat,” jelasnya.
Ia menilai peningkatan tersebut menunjukkan perkembangan kemampuan pembalap, baik dalam mengendarai motor maupun beradaptasi dengan karakter sirkuit.
Harlan juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Boyolali dan pihak terkait yang dinilai membantu penyelenggaraan kompetisi, terutama dalam penyediaan fasilitas sirkuit dengan biaya yang relatif terjangkau. Meski masih ada sejumlah aspek yang perlu dibenahi, terutama terkait faktor keselamatan atau safety di sirkuit.
“Kami berharap ke depan ada diskusi lebih lanjut agar aspek safety bisa lebih diperbaiki,” katanya.
Dalam kompetisi tahun ini, sejumlah nama pembalap muda menjadi perhatian, di antaranya Muhammad Ali dan Samarot Tungga. Samarot merupakan salah satu pembalap dengan prestasi terbaik pada musim sebelumnya dan kini naik kelas.
“Beberapa pembalap terbaik nantinya akan mewakili Indonesia di kejuaraan dunia di Malaysia tahun ini,” ujarnya.(yull/**)
