Pakubuwono XIV Bantu Warga Terdampak Bencana di Wonogiri dan Surakarta

Pakubuwono XIV (KGPH Hangabehi) hadir saat penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Wonogiri, 11 September 2026. (Istimewa/*Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng, Wonogiri – SISKS Pakubuwono XIV atau PB XIV (KGPH Hangabehi) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di wilayah Kabupaten Wonogiri dan Kota Surakarta atau Solo.

PB XIV menyalurkan 75 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Lingkungan Gunung Kukusan, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri Kota, Jumat, 11 September 2026. Sebelumnya, putra sulung mendiang PB XIII itu juga membantu warga yang terdampak kebakaran di kawasan TPA Putri Cempo Solo.

Bantuan di wilayah Wonogiri disalurkan bersama Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

PB XIV hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng.

Turut hadir adik kandung PB XIV, GRAy Putri Purnaningrum, keponakan PB XIV BRA Lung Ayu, serta sejumlah sentono dalem dan abdi dalem Keraton Surakarta.

PB XIV mengatakan persoalan kekeringan di Gunung Kukusan juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Karena itu, penyaluran air bersih dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.

“Kita lihat di Gunung Kukusan ini warga terdampak kekeringan. Dan ternyata tidak hanya di sini saja, wilayah lain juga terdampak kekeringan,” ujar PB XIV.

 

14 Kecamatan Berpotensi Kekeringan

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan Gunung Kukusan merupakan salah satu wilayah yang rawan kekurangan air saat musim kemarau.

Menurut Setyo, potensi kekeringan tersebar di sejumlah wilayah Wonogiri. Dari 25 kecamatan, sebanyak 14 kecamatan berpotensi terdampak kekeringan.

“Ini salah satu lokasi rawan kekurangan air. Di Wonogiri dari 25 kecamatan, 14 kecamatan berpotensi terdampak kekeringan,” kata Setyo.

Setyo mengapresiasi bantuan air bersih yang diberikan Keraton Surakarta Hadiningrat. Menurut dia, bantuan tersebut dapat membantu warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air.

“Sekali lagi kami matur nuwun (terima kasih). Tentu bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya Bantu Korban Kebakaran TPA

Di Kota Solo pada Selasa, 8 September 2026, PB XIV bersama Yayasan Royal Nata Nusantara menyalurkan sekitar 1.300 paket makanan kepada masyarakat terdampak kebakaran TPA Putri Cempo.

Bantuan tersebut disalurkan di wilayah Kelurahan Mojosongo. PB XIV mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian Keraton terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Keraton dengan Yayasan Royal Nata hadir untuk memberikan bantuan dampak bencana kebakaran di TPA Putri Cempo. Harapannya, Keraton bisa ikut andil dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” kata PB XIV.

Bantuan makanan tersebut menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat terdampak. Penyaluran bantuan berikutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Singkat Profil PB XIV

PB XIV memiliki nama kecil Suryo Suharto. Lahir pada 5 Februari 1985, ia merupakan putra laki-laki tertua SISKS Pakubuwono XIII.

Suryo Suharto sebelumnya bergelar GRM Mangkubumi dan ditetapkan sebagai putra mahkota melalui tata adat Keraton Surakarta. Pada 2022, gelarnya berubah menjadi KGPH Hangabehi.

Ia mendeklarasikan diri sebagai PB XIV pada 13 November 2025. Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan upacara adat Jumenengan pada 5 September 2026 di Siti Hinggil Keraton Surakarta.

Setelah Jumenengan, PB XIV mulai menjalankan sejumlah kegiatan sosial. Selain bantuan pangan untuk warga terdampak kebakaran TPA Putri Cempo, kini bantuan air bersih disalurkan kepada masyarakat yang menghadapi kekeringan di Wonogiri. (*Thia/***)