Upwelling Datang 10 Ton Ikan di Waduk Kedung Ombo Boyolali Mati

Fokus Jateng- BOYOLALI – Sekitar 10 ton ikan budidaya di Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Kedung Ombo, Kemusu, Boyolali mati secara massal dalam sepekan terakhir.

Peristiwa yang diduga dipicu fenomena upwelling atau naiknya massa air dari dasar perairan itu menyebabkan petani ikan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

” Berdasarkan pendataan pada Minggu 26 Juli 2026 kerugian total mencapai 10 ton ikan yang dialami 15 pembudidaya tergabung dalam Kelompok Pokdakan Mina Mandiri,” kata Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali, Senin 27 Juli 2026.

Gojali merinci kerugian yang dialami petani terdiri atas  1 ton ikan nila senilai Rp27 juta, ikan karper 8 ton senilai Rp200 juta, dan ikan patin 1 ton senilai Rp20 juta. Total kerugian ditaksir mencapai Rp247 juta.

“Dari hasil laporan, akibat adanya faktor lingkungan yang diindikasikan sebagai penyebab upwelling berasal dari angin sore hari sampai malam hari dari wilayah Ngasinan, Sragen,” katanya.

Gojali, mengatakan petani telah melakukan langkah awal penanganan berupa pemberian kucuran air menggunakan pompa dan menggeser posisi karamba. Adapun hasil pendataan, para pembudidaya KJA berharap pemerintah dapat memberikan bantuan pompa air untuk antisipasi kejadian serupa, serta kompensasi kerugian bagi pembudidaya terdampak.

“Petani KJA juga berharap mendapatkan bantuan pompa air untuk antisipasi dan kompensasi kerugian yang diberikan kepada mereka yang terdampak,” kata dia.

Gojali melanjutkan, Pemkab Boyolali melalui instansi terkait akan melakukan sejumlah tindak lanjut.

“Segera dilakukan pendataan by name yang tergabung dalam kelompok tersebut. Kemudian upaya-upaya preventif untuk tetap menggeser KJA yang ada dan pengaturan atau pengurangan pakan di musim-musim seperti ini. Serta melaporkan kepada atasan dan Bapak Bupati/Wakil Bupati berkaitan dengan upaya bantuan atau insentif,” tambahnya. ( yull/**)