Remaja Asal Purbalingga Meninggal Tenggelam di Bendungan Nepen Boyolali

Proses pencarian korban tenggelam di pleret tikung, bendungan Nepen, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. (Dok.trcbpbd byl/Fokusjateng.com)

fokusjateng.com – BOYOLALI  – Seorang remaja meregang nyawa setelah tenggelam di pleret tikung, bendungan Nepen, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Korban di evakuasi oleh TRC BPBD Boyolali.

“Kami mendapat laporan kejadian itu sekitar pukul 16.45 WIB. Petugas TRC BPBD langsung mendatangi lokasi kejadian,” kata Anggota TRC BPBD Boyolali, Gembong Suroto. Senin 18 Mei 2026 malam.

Kemudian TRC BPBD Boyolali langsung prepare dan mengadakan kegiatan operasi SAR dengan metode penyelaman.

“Di kedalaman sekitar 3 sampai 4 meter dan ternyata korban masih cuma bergeser 2 meter dari titik datumnya. Dan korban ditemukan sudah meninggal dunia,” katanya.

Setelah ditemukan, korban dibawa ke pinggir dan dimasukkan ke kantong jenazah. Lalu dievakuasi naik dan dibawa ke RSUD Pandan Arang, Boyolali.

Menurut saksi Ahmad Subandrio, rekannya bernama David Arda (21) warga Purbalingga tersebut meninggal dunia usai tenggelam saat mandi dan bermain perosotan di pleret tikung.

“Tadi itu main disini terus penasaran, anak-anak perosotan disitu. Terus dia nyegur disitu, tiga orang,” katanya di lokasi kejadian.

Dia menambahkan korban datang ke sungai bendung Nepen itu bersama tiga temannya. Tiga orang yang turun mandi dan bermain perosotan. Sedangkan satu temannya tetap diatas. Saat meluncur turun di pleret itu, korban langsung tenggelam. Diduga korban tidak bisa berenang.

“Saya teriak dengan yang dibawah, uanh pertama merosot. Mas itu tolongin, kayaknga nggak bisa berenang,” jelasnya.

Saat itu, teman lainnya berusaha memberikan pertolongan. Namun gagal. Korban pun tenggelam. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Teras dan BPBD Boyolali. Petugas pun langsung mendatangi lokasi kejadian.

Sementara, Kapolsek Teras, AKP Wahyudi, mengatakan kronologi kejadian itu bermula saat korban bersama 4 temannya bermain di bendung Nepen. Kemudian 3 orang turun untuk mandir dan main perosotan.

“Kemudian diduga korban tidak bisa berenang, tenggelam,” katanya.

Teman-temannya mencoba menolong korban, tapi gagal. Sehingga korban tenggelam dan ditemukan sudah meninggal dunia. ( yull/**)