FOKUSJATENG.COM, SURAKARTA – Olahraga tinju di Kota Solo sedang bersiap untuk “naik kelas”. Bukan sekadar adu jotos di atas ring, Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Surakarta kini punya misi baru: menjadikan tinju sebagai gaya hidup yang keren dan berprestasi, terutama bagi generasi muda.
Langkah besar ini dimulai dengan pelantikan 26 pengurus baru periode 2026 yang digelar khidmat di Rumah Dinas Walikota Solo (Loji Gandrung), Sabtu (16/5/2026). Di bawah kepemimpinan Danang Adi Kusuma, Pertina Surakarta kini punya nyali besar untuk membidik posisi tiga besar di Jawa Tengah pada Oktober mendatang.
Tinju Masuk Mal: Lebih Dekat, Lebih Populer
Salah satu gebrakan yang paling dinanti adalah rencana penyelenggaraan Boxing Festival. Ketua Umum Pertina Surakarta, Danang Adi Kusuma, ingin menghapus stigma bahwa tinju adalah olahraga yang menakutkan.
“Bulan depan kami akan segera menggelar Boxing Festival. Kami ingin mengenalkan kepada anak-anak sekolah bahwa tinju itu menarik dan penuh prestasi,” ujar Danang antusias.
Rencananya, ajang ini tidak hanya digelar di sasana (gym), tapi juga akan menyambangi lokasi-lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan atau mal setiap dua bulan sekali. Untuk mewujudkan ini, Pertina akan menggandeng Kodim, sekolah-sekolah, hingga perguruan tinggi di Solo.
Fokus ‘Grassroots’: Dari SD Menuju Prestasi Dunia
Potensi atlet tinju di Solo ternyata luar biasa. Saat ini, tercatat ada sekitar 50 atlet senior yang sudah teruji kualitasnya. Namun, yang lebih mengejutkan adalah animo di level pelajar yang mencapai hampir 100 peserta.
Melihat data tersebut, Pertina Surakarta memutuskan untuk tancap gas di pembinaan usia dini, khususnya anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD).
-
Target Pendek: Menembus 3 besar Provinsi Jawa Tengah (Oktober 2026).
-
Target Panjang: Mencetak bibit unggul sejak usia dini secara berkelanjutan.
Serius Urus Fasilitas
Danang menyadari bahwa nyali besar atlet harus didukung dengan peralatan yang mumpuni. Menanggapi tantangan minimnya sarana dan prasarana (sarpras), pengurus baru telah melakukan pemetaan ke berbagai sasana lokal.
“Kami siap menyalurkan bantuan sarpras penting secara bertahap, mulai dari samsak, gloves (sarung tinju), hingga headgear (pelindung kepala). Roda pembinaan tidak boleh berhenti hanya karena masalah alat,” tegasnya.
Dukungan Penuh Stakeholder
Acara pelantikan ini juga menjadi simbol solidnya dukungan olahraga di Solo. Radya Aryo Basten, selaku Ketua Panitia, menyebutkan bahwa sekitar 50 tamu penting hadir memberikan dukungan, mulai dari perwakilan Dinas Olahraga, Dinas Pendidikan, Kapolsek, hingga Ketua KONI.
“Ada 26 pengurus yang dilantik hari ini, mulai dari perangkat inti hingga teknis seperti wasit, hakim, dan pelatih. Kami siap bekerja untuk tinju Surakarta,” tutup Radya.
Dengan jajaran pengurus yang baru dan visi “Tinju Masuk Mal”, warga Solo nampaknya akan lebih sering melihat aksi-aksi memukau di atas ring dalam waktu dekat.
( Thia/ bre )
