Fokusjateng.com-SURAKARTA-Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) se-Indonesia yang diikuti delegasi dari 23 perguruan tinggi negeri badan hukum.
Forum yang berlangsung selama 21–23 Mei 2026 ini diawali dengan welcome dinner di Taman Balekambang yang disambut oleh Wali Kota Surakarta, kemudian dilanjutkan dengan Sidang Paripurna MSA PTNBH di The Sunan Hotel, Surakarta, Jumat 22 Mei 2026.
Rektor Universitas Sebelas Maret, Hartono, menegaskan bahwa PTNBH memiliki peran strategis sebagai pusat lahirnya inovasi, pengembangan SDM unggul, serta penggerak daya saing nasional di tengah dinamika global yang semakin kompetitif.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi harus mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
“Perguruan tinggi masa depan harus menjadi kekuatan yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga relevan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri,” ujar Hartono.
Mengangkat tema “Kinerja PTNBH sebagai Kampus Berdampak untuk Daya Saing Bangsa”, forum ini menegaskan transformasi perguruan tinggi menuju institusi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam sidang paripurna, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto serta perwakilan Kementerian Perdagangan Miftah Farid. Keduanya memberikan pandangan terkait arah kebijakan pendidikan tinggi dan peran kampus dalam mendukung daya saing nasional maupun global.
Sekretaris Senat Akademik UNS, Mohammad Jamin, menekankan pentingnya percepatan transformasi perguruan tinggi dari teaching university menuju innovation university guna memperkuat ekosistem riset dan hilirisasi inovasi.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara kampus, industri, dan pemerintah melalui pemanfaatan fasilitas riset bersama serta pengembangan pusat inovasi yang mampu mempertemukan peneliti dengan dunia usaha.
Dalam forum tersebut, pembahasan dibagi ke dalam beberapa subtema strategis, mulai dari kebijakan nasional PTNBH, kontribusi kampus terhadap ketahanan bangsa, penguatan riset, hingga strategi internal dalam mewujudkan kampus berdampak.
Wakil Rektor UNS, Irwan Trinugroho, turut memaparkan arah pengembangan UNS yang menekankan pada transformasi digital, penguatan kerja sama internasional, serta peningkatan kualitas layanan akademik yang lebih adaptif dan responsif.
UNS juga terus mendorong hilirisasi hasil riset di berbagai bidang seperti kesehatan, pangan, energi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan pemerintah, industri, komunitas, dan media.
Forum MSA PTNBH ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi nasional serta memperkuat sinergi antar-senat akademik di Indonesia.
Hasil sidang komisi akan dirumuskan menjadi rekomendasi akhir yang disampaikan kepada pemangku kebijakan sebagai masukan penguatan sistem pendidikan tinggi nasional. (Thia/**)
