Foto : Ketua DPC Partai GERINDRA Karanganyar Adhe Eliana diapit ketua DPD Tani Merdeka Karanganyar Arif Afianto dan Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah Wawan Pramono saat membagikan hewan Qurban
FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR– Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 menjadi ajang spiritual sekaligus sosial yang dimanfaatkan betul oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Karanganyar. Di bawah komando sang Ketua DPC, Adhe Eliana, partai berlambang kepala burung garuda ini menyalurkan belasan ekor hewan kurban secara merata di seluruh wilayah Karanganyar.
Aksi sosial ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan langkah nyata parpol untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat konsolidasi internal.
Ketua DPC Gerindra Karanganyar sekaligus Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menegaskan bahwa Gerindra berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap momentum penting, termasuk hari besar keagamaan seperti Idul Kurban.
“Alhamdulillah, pada bulan ini kita merayakan Idul Adha. Partai Gerindra, bersama Ketua DPD Gerindra Jateng Bapak Sudaryono, dan kita semua, menyalurkan hewan kurban ke seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) di setiap kecamatan se-Kabupaten Karanganyar,” ujar Adhe Eliana saat memantau persiapan distribusi hewan kurban, Minggu (24/5/2026).
Sentuh Akar Rumput Melalui 17 Kecamatan
Secara total, terdapat 18 ekor kambing kurban yang didistribusikan. Sebanyak 17 ekor dialokasikan khusus untuk masing-masing PAC di setiap kecamatan, sementara 1 ekor lainnya dikurbankan melalui tingkat DPC.
Adhe menjelaskan bahwa hewan kurban ini merupakan kontribusi dari Ketua DPD Gerindra Jateng, Sudaryono, serta donasi pribadi dari para kader dan anggota Fraksi Gerindra Karanganyar. Mengenai teknis pemotongan, DPC menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus tingkat kecamatan agar manfaatnya lebih terasa.
“Penyembelihan teknisnya diserahkan ke PAC masing-masing agar bisa dilaksanakan di desa atau kampung halaman mereka masing-masing, sehingga manfaatnya langsung menyentuh masyarakat sekitar,” lanjut Wakil Bupati Karanganyar tersebut.
Bahan Bakar Moral Politik dan Target Kursi Lipat Ganda
Di balik dimensi ibadah, aksi sosial ini juga disuntikkan sebagai bahan bakar moral bagi para kader di tingkat akar rumput. Adhe berharap momen ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran PAC untuk bergerak lebih giat dan membaur bersama rakyat dalam mengawal aspirasi daerah.
Dengan nada optimistis, Adhe juga menyelipkan doa dan target politik agar partai mampu mendongkrak perolehan legislatif secara signifikan pada pemilu mendatang.
“Ini menjadi pacuan semangat teman-teman untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Harapan kita sebagai orang politik tentu ke depan kursi Partai Gerindra di Kabupaten Karanganyar bisa berlipat-lipat,” cetusnya.
Menutup pernyataannya, Adhe menggarisbawahi esensi filosofis dari ibadah kurban, yakni tentang nilai keikhlasan tertinggi dalam mengorbankan harta benda demi kemaslahatan bersama. Perjuangan panjang Partai Gerindra ini diharapkan dapat terus membawa manfaat nyata bagi warga Karanganyar, sekaligus mengawal kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Pesan Tani Merdeka: Politisi Harus Siap ‘Berkurban’ Perasaan
Senada dengan esensi pengorbanan, Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, turut memberikan pandangan menarik mengenai makna Idul Adha bagi para pelaku politik.
Menurut Wawan, makna berkurban bagi seorang politisi tidak hanya sebatas menjalankan perintah agama, tetapi juga tentang kerelaan berkorban ego di ruang publik.
“Makna berkorban bagi politisi itu juga berarti harus rela berkorban ketika di-bully atau dikritik. Asalkan bully-an dan kritikan tersebut sesuai dengan fakta dan data di lapangan, serta memberikan solusi untuk mengatasi persoalan masyarakat,” urai Wawan.
Ia menambahkan, momen Idul Adha ini harusnya menjadi ajang latihan mental bagi para politisi agar memiliki kedewasaan berpikir. “Ini melatih politisi agar tidak baper (bawa perasaan) dan tidak mudah emosi dalam menghadapi dinamika politik,” pungkasnya. ( bre )
