FOKUSJATENG.COM KARANGANYAR — Krisis tenaga pendidik masih membayangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Karanganyar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat mencatat, sedikitnya 300 guru masih dibutuhkan untuk menutup kekurangan di 441 SD negeri yang tersebar di 17 kecamatan.
Kepala Disdikbud Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan bahwa tingginya angka pensiun menjadi pemicu utama kondisi ini. Di sisi lain, pemerintah daerah belum bisa leluasa memenuhi kebutuhan guru karena terbentur regulasi pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“SD itu memang kita kekurangan sekitar 300 guru, kurang lebihnya itu,” ujar Hendro saat memberikan keterangan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
30 Guru Pensiun Setiap Bulan
Hendro menjelaskan, setiap bulannya rata-rata ada 25 hingga 30 guru yang memasuki masa purnatugas. Kondisi yang terjadi secara konsisten ini membuat grafik kebutuhan tenaga pendidik terus melonjak dari tahun ke tahun.
Akibat dari defisit ini, sejumlah sekolah terpaksa memaksimalkan sumber daya yang ada. Tidak sedikit guru yang harus memikul beban kerja ekstra, seperti mengajar lebih dari satu mata pelajaran demi memastikan proses belajar mengajar di kelas tidak mandek.
Strategi Disdikbud: Mutasi Guru TK hingga Berdayakan Mahasiswa KKN
Untuk mengatasi situasi ini dalam jangka pendek, Disdikbud Karanganyar telah menyiapkan dua strategi utama:
Pengalihan Guru TK/PAUD: Sebanyak 96 ASN guru yang sebelumnya bertugas di jenjang TK dan PAUD kini dialihkan untuk mengampu di sekolah dasar. Kebijakan ini diambil karena mayoritas TK/PAUD dikelola oleh yayasan swasta, sehingga mereka lebih fleksibel memenuhi kebutuhan guru mandiri dibandingkan SD Negeri yang bergantung pada formasi ASN pusat.
Menggandeng Perguruan Tinggi: Disdikbud juga memanfaatkan kehadiran mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Karanganyar untuk diperbantukan mengajar di kelas.
Meski dihantam badai kekurangan personel, Hendro optimis bahwa pelaksanaan tahun ajaran baru tidak akan terganggu.
“Kami berharap kegiatan belajar mengajar tetap berjalan maksimal meskipun masih ada kekurangan guru,” tandasnya. ( bre )
