Buka Ruang Regenerasi, Tri Haryadi Pilih Mundur dari Bursa Ketua DPC Demokrat Karanganyar

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR— Peta politik internal Partai Demokrat di Jawa Tengah mulai bergerak dinamis menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang rencananya akan digelar di Semarang bulan ini. Kejutan besar datang dari Bumi Intanpari; Ketua DPC Demokrat Karanganyar saat ini, Tri Haryadi, memastikan diri tidak akan maju lagi dalam bursa pemilihan ketua.
Langkah ini diambil Tri Haryadi demi membuka ruang regenerasi yang selebar-lebarnya bagi kader-kader muda potensial di Karanganyar.

Penjaringan Sistem Satu Pintu Lewat DPD Jateng

Berbeda dari gelaran sebelumnya, proses penjaringan bakal calon ketua DPC kali ini menerapkan sistem satu pintu. Seluruh berkas pendaftaran kini langsung dipusatkan di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Tengah di Semarang, bukan di masing-masing DPC.
Proses penjaringan ini dikomandani langsung oleh Tim Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Jawa Tengah yang dipimpin oleh Asrar
“Pendaftaran kita buka satu pintu melalui DPD dari tanggal 1 sampai 7 Juli. Siapa pun kader terbaik yang ingin mencalonkan diri, silakan mendaftar langsung ke Semarang,” ujar Tri Haryadi saat memberikan keterangan, Kamis (2/7/2026).

Alur Pendaftaran & Persyaratan Dokumen

Bagi para kader yang ingin mendaftar, berikut adalah informasi penting terkait dokumen wajib dan tahapan seleksi:
Dokumen Wajib: Pendaftar diwajibkan membawa KTP (bukti warga negara Indonesia) dan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi sebagai bukti otentik kader Partai Demokrat.
Tahapan Setelah Pendaftaran: Setelah pos pendaftaran ditutup pada 7 Juli, para bakal calon dijadwalkan mengikuti tahapan pemaparan visi dan misi.
Keputusan Akhir: Seluruh berkas nantinya akan digodok langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sebelum dibawa ke forum Muscab.

Alasan Tri Haryadi Mundur: Cari Energi Baru

Di usianya yang kini menginjak 62 tahun, Tri Haryadi merasa tantangan politik ke depan—terutama menyongsong kontestasi Pemilu—akan jauh lebih berat dan membutuhkan energi baru.
“Saya tidak akan meneruskan jabatan untuk memimpin Karanganyar. Saya ingin ada regenerasi karena kader-kader Demokrat di Karanganyar yang muda dan potensial itu cukup banyak,” tegasnya.
Ia juga menjamin **tidak akan ada intervensi atau pengkondisian** apa pun terhadap jalannya pemilihan ketua baru, serta berkomitmen penuh mengikuti aturan DPD.

Geser ke Provinsi, Masuk Jajaran Kepanitiaan Muscab

Meski melepas tongkat estafet kepemimpinan di tingkat cabang, kiprah Tri Haryadi di partai berlambang Mercy ini dipastikan belum usai. Ia justru mendapatkan tugas baru untuk memperkuat jajaran pengurus di tingkat provinsi.
“Saya nanti akan bergeser ke provinsi untuk membantu Ketua DPD di kepengurusan tingkat DPD Jawa Tengah. Sedangkan untuk Muscab kali ini, posisi saya berada di jajaran kepanitiaan,” pungkas Tri.
Langkah mundur Tri Haryadi ini dinilai banyak pihak sebagai angin segar bagi iklim demokrasi internal Demokrat di Karanganyar, yang kini siap menanti figur pemimpin muda untuk menakhodai partai di masa depan. ( bre )