Oleh : Linda Wardani
Mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi negara FISIP Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng – Sragen— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Kelompok 35 melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pelayanan publik di Desa Sunggingan pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelayanan publik, khususnya terkait informasi dan prosedur pelayanan yang tersedia di tingkat desa.
Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan Linda Wardani (NIM 23400072) sebagai pemateri dan diikuti oleh 87 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK se-Desa Sunggingan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian pelayanan publik, jenis pelayanan yang tersedia di desa, serta pentingnya mengetahui prosedur administrasi agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan lebih mudah dan tepat.
Kegiatan ini dilaksanakan karena masih terdapat masyarakat yang belum mengetahui secara menyeluruh mengenai pelayanan publik di Desa Sunggingan. Kurangnya informasi mengenai prosedur, persyaratan, maupun jenis pelayanan yang tersedia dapat membuat masyarakat mengalami kesulitan ketika membutuhkan pelayanan administrasi di kantor desa.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unisri Kelompok 35 berinisiatif memberikan sosialisasi sekaligus membuat banner informasi pelayanan publik. Banner tersebut memuat informasi mengenai pelayanan publik yang dapat menjadi media informasi bagi masyarakat dan ditempatkan di balai desa agar mudah dilihat oleh warga.
Linda Wardani selaku pemateri menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih sederhana dan mudah diterima masyarakat.
“Kami ingin membantu masyarakat agar lebih memahami pelayanan publik yang ada di Desa Sunggingan. Informasi mengenai pelayanan desa sebenarnya sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari,” ujar Linda.
Menurut Linda, masyarakat perlu mengetahui informasi pelayanan publik agar dapat mempersiapkan berbagai persyaratan sebelum mengurus administrasi di kantor desa.
“Dengan mengetahui prosedur dan persyaratan terlebih dahulu, masyarakat bisa lebih siap ketika akan mengurus pelayanan. Hal ini juga dapat menghemat waktu dan mengurangi kebingungan ketika berada di kantor desa,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan banner sebagai media informasi dilakukan karena sifatnya yang praktis dan dapat dibaca masyarakat secara langsung.
“Kami memilih banner karena merupakan media yang sederhana, mudah dilihat, dan bisa menjadi pengingat bagi masyarakat. Jadi, informasi yang disampaikan dalam sosialisasi tidak hanya didengar pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat dibaca kembali melalui banner,” ungkap Linda.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para ibu PKK mengikuti penyampaian materi dan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengetahui hak serta prosedur dalam memperoleh pelayanan publik. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Linda berharap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 35 dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sunggingan.
“Harapan kami, setelah adanya kegiatan ini masyarakat Desa Sunggingan menjadi lebih paham mengenai pelayanan publik dan tidak lagi merasa kesulitan ketika membutuhkan pelayanan di desa. Semoga banner yang kami buat juga dapat dimanfaatkan dan menjadi sumber informasi bagi masyarakat,” tutur Linda.
Selain memberikan edukasi, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata mahasiswa KKN dalam membantu desa menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pembuatan banner pelayanan publik diharapkan dapat menjadi media komunikasi yang sederhana, informatif, dan mudah diakses oleh warga.
Dengan adanya sosialisasi dan media informasi tersebut, mahasiswa KKN Unisri Kelompok 35 berharap kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pelayanan publik di Desa Sunggingan semakin meningkat. Masyarakat diharapkan mampu memperoleh pelayanan secara lebih mudah karena telah memahami informasi, prosedur, serta persyaratan yang diperlukan.
Penghujung acara ditandai dengan penyerahan banner pelayanan publik desa dari Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) kepada pihak Desa Sunggingan secara simbolis. ( ist/*”)
