Oleh: Nanda Novitasari
Mahasiswa KKN Kelompok 47 Unisri Surakarta
Fokus Jateng –SRAGEN, — Mahasiswa KKN Kelompok 47 Universitas Slamet Riyadi Surakarta (Unisri) melaksanakan kegiatan edukasi literasi digital bagi ibu-ibu PKK Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis 23 Juli 2026, pukul 10.00 WIB di Balai Desa Gedongan tersebut mengangkat tema “Bijak Bermedia Digital: Kenali Modus Penipuan Online agar Terhindar dari Kejahatan Digital.”
Kegiatan diikuti oleh 31 peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan kader PKK Desa Gedongan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua PKK, Bhabinkamtibmas, serta mahasiswa KKN Kelompok 47.
Dalam kegiatan tersebut, Nanda Novitasari, mahasiswa KKN Kelompok 47, menyampaikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penipuan digital. Materi yang diberikan meliputi imbauan untuk tidak mengklik tautan yang tidak dikenal, melakukan verifikasi apabila terdapat nomor yang mengaku sebagai anggota keluarga, tidak memindai barcode atau QR Code yang tidak dikenal, serta tidak melakukan transfer uang kepada pihak yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Nanda juga menjelaskan pentingnya melaporkan dan memblokir nomor yang mencurigakan. Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata kepada peserta, disampaikan pula beberapa contoh kasus penipuan melalui WhatsApp, di antaranya modus penipuan dengan meminta korban mengklik tautan tertentu serta penipuan yang mengatasnamakan kurir atau jasa ekspedisi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab. Ibu-ibu PKK menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung. Beberapa peserta turut menyampaikan bahwa mereka sering menerima pesan dengan modus penipuan melalui WhatsApp.
“Saya memilih topik ini karena penipuan digital sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hampir semua orang sekarang menggunakan WhatsApp, sehingga penting bagi masyarakat untuk mengetahui cara sederhana mengenali penipuan sebelum mengalami kerugian,” ujar Nanda Novitasari.
Menurut Nanda, edukasi tersebut tidak hanya bertujuan agar peserta mengetahui berbagai modus penipuan, tetapi juga membangun kebiasaan untuk tidak langsung percaya terhadap informasi yang diterima.
“Yang paling penting bukan hanya mengetahui jenis-jenis penipuan, tetapi membiasakan diri untuk berhenti sejenak, tidak panik, kemudian melakukan verifikasi sebelum mengklik link, memberikan data, atau melakukan transfer,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Nanda berharap ibu-ibu PKK dapat lebih berhati-hati dalam menerima informasi digital serta membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan, terutama ketika menerima pesan yang bersifat mendesak atau meminta data maupun uang.
Sebagai salah satu luaran kegiatan, mahasiswa KKN Kelompok 47 membuat photobooth edukasi “Waspada Penipuan Digital!” yang memuat pesan-pesan pencegahan penipuan. Photobooth tersebut digunakan dalam sesi foto bersama dan menjadi media kampanye literasi digital yang dapat dibagikan oleh ibu-ibu PKK melalui WhatsApp Story, sehingga pesan edukasi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa KKN, ibu-ibu PKK, kader PKK, dan pihak yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Gedongan terhadap keamanan digital semakin meningkat sehingga dapat membantu mencegah kerugian akibat berbagai modus penipuan online.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN Kelompok 47 Universitas Slamet Riyadi Surakarta dalam memberikan edukasi yang sederhana dan aplikatif kepada masyarakat Desa Gedongan.
“Jangan Panik, Jangan Mudah Percaya, Selalu Verifikasi.” (ist/**)
