FOKUSJATENG.COM-SRAGEN – Pemerintah Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah bersiap menggelar tradisi tahunan Kirab Sedekah Bumi yang akan dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) mendatang. Gelaran budaya ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 81, sekaligus wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi.
Desa Bedoro dikenal sebagai satu-satunya desa di Kecamatan Sambungmacan yang belum tersentuh pembangunan pabrik atau kawasan industri. Hal ini bukan tanpa alasan, warga dan pemerintah desa konsisten menjaga kawasan mereka sebagai lahan pertanian murni demi mempertahankan fungsi desa sebagai lumbung pangan di Jawa Tengah yang berkelanjutan.
Kirab Hasil Bumi tersebut akan diisi dengan kirab hasil bumi masyarakat, mulai dari padi, jagung, ketela, hingga aneka sayur-mayur. Hasil pertanian ini akan dikirab menuju Sendang Sukowati, sebuah sumber air bersejarah di desa tersebut yang sampai saat ini masih aktif dimanfaatkan sebagai sumber utama air Pamsimas warga Desa Bedoro.
”Hasil bumi yang dikirab berupa padi, palawija seperti jagung dan ketela, serta sayur-mayur. Hasil kirab tersebut nantinya dibawa ke Sendang Sukowati,” ujar Lurah Bedoro saat wawancara via telpon.
Diyakini penolak hama dan menjaga kualitas Padi selain sebagai wujud rasa syukur, tradisi Sedekah Bumi di Desa Bedoro menyimpan kearifan lokal tersendiri. Masyarakat setempat percaya bahwa ritual puji syukuri ini memiliki korelasi dengan ketahanan tanaman mereka dari serangan hama.
Lurah Bedoro mengungkapkan, selama tradisi Sedekah Bumi konsisten digelar, lahan pertanian warga terhindar dari berbagai balak, khususnya serangan hama tikus yang kerap mengintai desa-desa tetangga.
”Alhamdulillah, selama rutin mengadakan Sedekah Bumi, masyarakat kami dijauhkan dari bala terutama tikus. Warga percaya acara ini menjadi penolak hama. Terbukti hasil panen padi di daerah kami termasuk yang terbaik dan berkualitas tinggi di tingkat kecamatan,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai masuknya investor pabrik ke wilayah Bedoro, pihak desa menegaskan bahwa masyarakat sebelumnya pernah menolak wacana tersebut. Warga memilih mempertahankan kawasan hijau berkelanjutan agar sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga dapat terus bertahan.
Rangkaian Hiburan Rakyat
Peringatan Sedekah Bumi dan Kemerdekaan RI di Desa Bedoro dipastikan berlangsung meriah. Pada siang hari, warga akan disuguhkan pertunjukan seni Reog. Sementara pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan hiburan orkes musik klasik dangdut jadul.
“Malamnya besok itu lanjut orkes dangdut jadul Om Himawan” yang memboyong perlengkapan sound system hingga 8 set, kegiatan ini diharapkan tidak hanya mempererat kebersamaan warga, tetapi juga meneguhkan komitmen Desa Bedoro dalam menjaga tradisi leluhur dan kelestarian alam,” ujar Lurah Bedoro. (hr)
