Optimalisasi Branding dan Digital Marketing UMKM melalui Desain Kemasan dan Banner

Oleh : Rio Dwi Prasetyo ; Ivan Maulana Nugraha; Oktavia Nur’Aini

(Mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta).

 

Fokus Jateng – SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja dalam bidang optimalisasi branding dan digital marketing bagi pelaku UMKM di Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Program ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM dalam memperkuat identitas usaha, meningkatkan daya tarik visual produk, serta mengenalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran.

Program dilaksanakan melalui pendampingan kepada beberapa pelaku UMKM di Desa Brangkal dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing usaha. Salah satu UMKM yang menjadi fokus pendampingan adalah Rina Bakery, usaha rumahan yang bergerak di bidang makanan dengan produk utama berupa kue gabin dan brownies. Selain itu, mahasiswa juga memberikan pendampingan tambahan kepada UMKM yang bergerak di bidang pecel dan gorengan sebagai bagian dari upaya penguatan branding UMKM di Desa Brangkal.

Program ini dilaksanakan oleh Ivan Maulana Nugraha (23200232), mahasiswa Program Studi Manajemen, dengan berkolaborasi bersama Rio Dwi Prasetyo (22200514), mahasiswa Program Studi Manajemen, dan Oktavia Nur’Aini (23410085), mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi. Pembagian kegiatan dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing UMKM, dengan Ivan berfokus pada pendampingan Rina Bakery, sedangkan Rio dan Oktavia turut mendukung pendampingan serta pembuatan media promosi untuk UMKM pecel dan gorengan.

Pendampingan Branding UMKM Desa Brangkal

Pelaksanaan program diawali dengan survei dan observasi terhadap kondisi usaha untuk mengetahui produk yang ditawarkan, identitas usaha yang telah dimiliki, serta kebutuhan dalam pengembangan branding dan pemasaran.

Hasil observasi menunjukkan bahwa beberapa pelaku UMKM masih memiliki keterbatasan dalam hal identitas visual dan media promosi. Oleh karena itu, mahasiswa membantu mengembangkan elemen branding yang dapat digunakan secara langsung oleh pemilik usaha, mulai dari logo, desain kemasan, banner, hingga media promosi digital.

Pada pendampingan Rina Bakery, mahasiswa membantu mengembangkan identitas visual melalui pembuatan logo, desain kemasan, dan banner usaha. Rina Bakery yang sebelumnya belum memiliki identitas visual yang konsisten kemudian memiliki elemen branding yang dapat digunakan pada kemasan maupun media promosi.

Banner Rina Bakery memuat nama usaha, produk berupa kue gabin dan brownies, slogan “Dibuat dengan Hati, Dinikmati Sepenuh Hati”, nomor kontak pemesanan, serta alamat usaha. Banner tersebut kemudian dicetak dan dipasang di lokasi usaha sebagai media informasi sekaligus memperkuat keberadaan Rina Bakery di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, pada UMKM pecel dan gorengan, mahasiswa membantu menyiapkan media promosi berupa banner yang memuat informasi mengenai produk dan identitas usaha. Pembuatan media promosi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali produk yang ditawarkan sekaligus memberikan tampilan usaha yang lebih menarik.

Pemanfaatan Digital Marketing

Selain penguatan branding secara offline, program juga diarahkan pada pemanfaatan digital marketing sebagai sarana untuk memperluas jangkauan promosi UMKM.

Pada Rina Bakery, mahasiswa membantu membuat akun Instagram @rinabakery_sragen sebagai media pemasaran digital. Sebanyak enam konten awal dibuat untuk memperkenalkan produk kue gabin dan brownies kepada calon konsumen.

Konten Instagram dirancang menggunakan identitas visual yang telah dibuat sehingga terdapat kesinambungan antara branding pada produk, banner, dan media sosial. Konsumen juga dapat memperoleh informasi mengenai produk dan melakukan pemesanan melalui kontak WhatsApp yang tersedia.

Pemanfaatan media digital diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk tidak hanya mengandalkan pemasaran secara langsung, tetapi juga memanfaatkan media sosial dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas.

Kolaborasi Mahasiswa dalam Pendampingan UMKM

Program ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan pembagian peran sesuai dengan kebutuhan kegiatan. Ivan Maulana Nugraha berfokus pada pendampingan dan pengembangan branding Rina Bakery. Rio Dwi Prasetyo membantu proses pencetakan serta mendukung kebutuhan media promosi UMKM. Sementara itu, Oktavia Nur’Aini berperan dalam pembuatan desain visual, termasuk desain banner dan kebutuhan media promosi.

Kolaborasi tersebut memungkinkan mahasiswa untuk memberikan pendampingan yang lebih menyeluruh, mulai dari pengembangan identitas visual hingga penyediaan media promosi yang dapat langsung digunakan oleh pelaku UMKM.

Luaran Program

Program optimalisasi branding dan digital marketing UMKM Desa Brangkal menghasilkan beberapa luaran yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, di antaranya:

* Pengembangan identitas visual UMKM.

* Desain logo dan elemen branding.

* Desain kemasan untuk Rina Bakery.

* Desain dan pencetakan banner UMKM.

* Slogan Rina Bakery “Dibuat dengan Hati, Dinikmati Sepenuh Hati”

* Akun Instagram @rinabakery_sragen.

* Enam konten awal Instagram Rina Bakery.

* Media informasi dan promosi produk.

* Pendampingan mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Melalui program ini, mahasiswa KKN PPM Universitas Slamet Riyadi berharap pelaku UMKM di Desa Brangkal dapat memiliki identitas usaha yang lebih kuat serta mampu memanfaatkan media promosi secara lebih optimal. Penguatan branding melalui logo, kemasan, dan banner diharapkan dapat meningkatkan pengenalan usaha, sedangkan pemanfaatan media digital dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran.

Keberlanjutan program diharapkan dapat dilakukan oleh masing-masing pemilik UMKM dengan menggunakan identitas visual yang telah dibuat secara konsisten serta mengembangkan media sosial melalui pembuatan konten secara berkala. Dengan demikian, optimalisasi branding dan digital marketing dapat menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan daya saing UMKM Desa Brangkal di tengah perkembangan pemasaran digital. (Ist/**)