Fokus Jateng-BOYOLALI — Peduli terhadap warga yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Boyolali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak kekeringan.
Dalam kegiatan tersebut, F-PDIP bekerjasama dengan DPC PDIP Boyolali melakukan dropping air bersih secara rutin dengan jumlah sekitar 10-20 tangki setiap hari. Penyaluran dilakukan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan, terutama daerah yang terdampak kekeringan di wilayah Boyolali Utara.
Ketua DPRD Boyolali, Susetya Kusuma Dwi Hartanta mengatakan bahwa penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat musim kemarau.
“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, dan bantuan air bersih itu sudah menjadi kewajiban bagi kami. Bantuan ini kami salurkan secara rutin agar dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kekeringan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 24 September 2026.
Ia mengatakan, dalam dropping air bersih untuk wilayah utara Boyolali tersebut tidak jalan sendiri, selain dengan fraksi PDIP, juga melibatkan PAC yang berada di wilayah utara tersebut.
“Alhamdulillah PDIP Boyolali sudah memiliki satu truk tangki untuk penyaluran air bersih dan setiap hari sudah berjalan sementara ini sudah di empat wilayah kekeringan wilayah utara sama,” katanya.
Terkait Kekeringan tersebut, pihaknya akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar setiap musim kemarau tidak terjadi kepada warga di Boyolali. Sebagai contoh memberikan edukasi terkait penghijauan tanaman yang dapat menimbulkan air.
“Kedepan juga akan kami anggarkan terkait adanya sebuah embung atau sumur dalam. Nantinya akan kami bicarakan dengan teman teman fraksi. Jangan sampai kekeringan ini menjadi satu budaya tahunan,” jelas Susetya.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Boyolali Suyadi, menyampaikan, pihaknya sempat menganggarkan bantuan air bersih tersebut Rp400 juta yakni melalui BPBD.
“Dalam rapat dengan BPBD sebelum perubahan, disimulasikan kurang anggaran sekitar Rp 450 juta. Harapan kami pemerintah Boyolali ini peduli dengan masyarakat yang kekurangan air bersih,” ujarnya.
Senada anggota F-PDIP Gamma Wijaya manambahkan, ada beberapa desa yang sudah di kirim di kecamatan Wonosegoro, Wonosamodra dan berikutnya di kecamatan Kemusu.
“Jadi yang belum di kirim air bersih menunggu usulan dari teman teman PAC serta fraksi bagian utara sana,” katanya.
Dijelaskan berdasarkan data yang ia terima, hingga pertengahan September ini sebaran kekeringan di Boyolali sudah 13 Kecamatan, antara lain; Kecamatan Wonosamodro, Wonosegoro, Juwangi, Tamansari, Cepogo, Musuk, Kemusu, Selo, Klego, Ampel, Gladagsari, Andong, dan Kecamatan Karanggede. Terdiri dari 44 Desa/ Kelurahan yang terdampak dan 140 Dukuh.
“Kondisi tersebut diperkirakan masih akan terjadi selama musim kemarau berlangsung, sehingga bantuan air bersih menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.” (yull/***)
