ISRA 2026 Apresiasi 99 Program CSR dari 89 Perusahaan

Fokusjateng-SURAKARTA-Sebanyak 99 program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dari 89 perusahaan mendapat apresiasi dalam Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan dan pelaku program yang dinilai konsisten mendorong pemberdayaan masyarakat, perlindungan lingkungan, serta penerapan prinsip keberlanjutan.

ISRA 2026 digelar Prospectus Media di bawah naungan Prospect pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Swiss-Belhotel Solo, Surakarta. Tahun ini, ajang tersebut mengangkat tema “Catalyzing Collective Change for Scalable Impact” atau menggerakkan perubahan kolektif untuk menghasilkan dampak yang dapat diperluas.

Steering Committee ISRA 2026 Miftah Faridl Widhagdha mengatakan penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pemberian apresiasi, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap persoalan keberlanjutan. Menurut dia, isu karbon, sampah, dan praktik bisnis berkelanjutan masih menghadapi banyak tantangan sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor.

“Sebanyak 99 program terbaik dari 89 perusahaan tersebar dari Aceh hingga Papua,” kata Miftah dalam acara tersebut.

Program yang masuk dalam ISRA 2026 berasal dari berbagai sektor industri, antara lain perkebunan, pembangkit listrik, minyak dan gas, pertambangan, petrokimia, transportasi, teknologi informasi, dan konstruksi. Selain pelaku industri, kegiatan tersebut juga melibatkan akademisi dari berbagai universitas dan perguruan tinggi di Indonesia.

Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 yang digelar Prospectus Media di bawah naungan Prospect pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Swiss-Belhotel Solo, Surakarta, memberikan apresiasi kepada 99 program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dari 89 perusahaan. Foto: istimewa/*thia

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut penyelenggaraan ISRA 2026 sebagai ruang bertemunya para penggerak keberlanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan. Ia menyebut pemerintah kota memiliki sejumlah agenda yang berkaitan dengan persoalan sampah, pendidikan, transformasi posyandu, kesehatan mental, hingga upaya memutus rantai kemiskinan melalui program Rumah Siap Kerja.

Respati mengatakan pengembangan ekonomi dan investasi di Surakarta perlu berjalan beriringan dengan agenda keberlanjutan. Ia bahkan mengaitkan semangat tersebut dengan slogan kota, dari semula “Solo Berseri” yang berarti Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah menjadi semangat menuju kota yang juga ramah terhadap investasi.

“Dengan begitu, slogan Solo Berseri mari kita wujudkan menjadi Bersih, Sehat, Ramah Investasi,” ujar Respati.

Bahas Karbon hingga Pengelolaan Sampah
Rangkaian ISRA 2026 diawali Plenary Session yang membahas dua isu utama dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sesi pertama mengangkat tema “The Carbon Transformation: Monetizing Emissions through Strategic Policy and Innovation” yang berfokus pada dekarbonisasi dan transisi energi.

Pembahasan mencakup optimalisasi ekonomi karbon, pajak karbon, serta investasi hijau. Instrumen tersebut dipandang dapat digunakan untuk mengubah kewajiban pengurangan emisi menjadi peluang ekonomi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission.

Sesi kedua membahas transformasi pengelolaan sampah melalui tema “Revolutionizing Waste: Turning National Crisis into Strategic Resource Streams”. Diskusi diarahkan pada pengembangan ekonomi sirkular dan teknologi waste-to-energy sehingga sampah tidak semata dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

ISRA 2026 juga menyelenggarakan Conference Session dengan tiga kategori tema. Salah satu penghargaan Best Paper diberikan kepada Beta N Safitire, Arif Hernowo, Adla Azizah, dan Inna Nisawati M.S dari PT Jababeka Infrastruktur melalui kajian mengenai pengolahan limbah dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Karya tersebut berjudul “Transforming Waste into Value through a Circular Economy Approach: A Maggot-Based Mini Low-Carbon Feed Plant and Community Waste Bank Empowerment for Used Cooking Oil Utilization in Mekarmukti Village, Bekasi Regency.”

Kategori kedua, Empowering Local Capacity and Sustainable Social Inclusion, dimenangi Novita Kristina Damayanti, Risma Yusintya, Gege Kahutama Gigan, dan Victoriko Aristoteles Ririanry Latelay dari PT Pertamina Patra Niaga IT Wayame. Mereka mengangkat program Wayame Re:Source yang mengintegrasikan revitalisasi ekonomi dengan pengelolaan sumber daya dan ekonomi sirkular.

Sementara kategori Strengthening Ecosystem Resilience in Response to Climate Crisis dimenangi Agus Riza Azizi dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Karyanya membahas pesan keberlanjutan lingkungan melalui unsur sinematografi dalam video “Earth Defender” dengan pendekatan analisis semiotika visual.

Adapun penghargaan Best Presenter diberikan kepada M. Nur Afif Aulia dari Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Muhammad Didih/Dhefrian dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Area Lahendong, dan Hanafi Kholifatul Iman dari Institut Teknologi Bandung.

Tiga Penghargaan Kepemimpinan
Puncak kegiatan ISRA 2026 ditandai dengan Awarding of ISRA. Selain penghargaan berdasarkan kategori program, panitia memberikan penghargaan khusus kepada sejumlah tokoh dan organisasi yang dinilai memberikan kontribusi terhadap penguatan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.

Bupati Banyumas memperoleh penghargaan Social Responsibility Leadership of the Year atas inisiatif keberlanjutan yang diintegrasikan dalam operasional pemerintahan. Sementara Ecoxyztem mendapatkan penghargaan Social Responsibility Initiative of the Year atas inovasi dan dampaknya dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Penghargaan Social Responsibility Woman Leadership of the Year diberikan kepada VP Sustainability PT KAI Tria Mutiari Meilan. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasinya dalam memperkuat peran perempuan dalam praktik bisnis berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret sekaligus Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Prof. Dr. H. Widodo Muktiyo menyampaikan pentingnya kolaborasi menghadapi persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Ia menyebut perubahan iklim, krisis keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan polusi sebagai tiga persoalan besar yang membutuhkan respons bersama. Menurut dia, penanganannya tidak dapat dibebankan kepada satu pihak karena membutuhkan kerangka kerja penta helix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

“Transisi energi dan krisis iklim merupakan tantangan besar abad ke-21,” ujar Widodo.

Tujuh Kategori Penghargaan
ISRA 2026 memberikan penghargaan dalam tujuh kategori, yakni Economic Empowerment, Education, Gender Equality & Social Inclusion, Health Quality Improvement, Biodiversity Conservation, CSR Video Documentation, dan Sustainability Report.

Setiap kategori memiliki empat tingkatan penghargaan, yaitu Platinum, Gold, Silver, dan Bronze. Berdasarkan hasil kurasi, sebanyak 17 perusahaan memperoleh Platinum, 34 perusahaan mendapatkan Gold, 21 perusahaan meraih Silver, dan 27 perusahaan memperoleh Bronze.

Jika dijumlahkan, keempat tingkatan tersebut menghasilkan 99 penghargaan yang diberikan kepada program-program CSR dari 89 perusahaan. Jumlah tersebut menjadi salah satu gambaran luasnya praktik tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dihimpun dalam ISRA 2026.

Tidak berhenti pada pemberian penghargaan, penyelenggara juga mengaitkan pencapaian 99 program tersebut dengan aksi lingkungan. Panitia ISRA 2026 melaksanakan program CSR berupa penanaman 99 pohon di Kabupaten Wonogiri sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya menjaga lingkungan.

Melalui rangkaian tersebut, ISRA 2026 menempatkan keberlanjutan bukan hanya sebagai agenda perusahaan, tetapi sebagai kelrja bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Ajang yang diselenggarakan Prospectus Media tersebut sekaligus menjadi forum diseminasi pengetahuan bagi kalangan akademisi dan perusahaan dari berbagai sektor. Program-program yang mendapatkan penghargaan diharapkan dapat menjadi contoh praktik tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dapat dikembangkan serta memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. (*Thia/**)