Fokus Jateng-BOYOLALI,-Permintaan pernik umbul-umbul dan bendera di Boyolali, Jawa Tengah, menjelang perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI meningkat lebih dari 100 persen dibanding hari biasa.
Sulis, pemilik rumah konveksi yang memproduksi pernik bendera dan umbul-umbul yang terletak di Kampung Indrokilo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, mengatakan permintaan atau order bendera mulai datang sekitar pertengahan Juli 2026. Memasuki awal Agustus, produksi masih bertahan di angka 70 hingga 80 kodi per hari.
” Jumlahnya terus meningkat dibanding hari biasa yang hanya berkisar 30 hingga 40 kodi per hari jadi 70 hingga 80 kodi per hari. Bendera ukuran 60 x 90 sentimeter menjadi produk yang paling banyak diminati, sedangkan umbul-umbul berukuran empat meter paling banyak dipesan pelanggan,” katanya. Sabtu 1 Agustus 2026.
Namun, tingginya permintaan belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan penjualan. Kenaikan harga bahan baku kain membuat harga jual bendera ikut mengalami penyesuaian. Saat ini harga bendera ukuran 60 x 90 sentimeter mencapai sekitar Rp100 ribu per kodi, sedangkan umbul-umbul ukuran empat meter dijual sekitar Rp180 ribu per kodi.
“Bahan baku sekarang sudah ada. Di pasaran sulit, padahal permintaan tinggi. Untuk kami sudah stok sejak jauh hari,” imbuhnya.
Selain dari Boyolali dan Soloraya, pesanan umbul-umbul dan bendera juga datang dari sejumlah kota lain seperti Bandung dan Jakarta. Kondisi tersebut membuat aktivitas produksi berlangsung hampir tanpa henti untuk mengejar target pengiriman.
Sukis mengatakan sebagian besar pelanggan ingin barang diterima sebelum perayaan 17 Agustus.
“Kalau sudah masuk Juli memang mulai ramai. Menjelang Agustus seperti ini kami fokus menyelesaikan pesanan karena order terus berdatangan,” ujar Sukis.
Ia mengakui kenaikan harga bahan baku membuat harga jual produk ikut naik sehingga memengaruhi daya beli sebagian pelanggan.
“Tahun ini penjualannya sebenarnya agak turun dibanding tahun lalu. Salah satu penyebabnya karena harga kain naik, jadi harga bendera juga harus ikut disesuaikan,” katanya.
Sukis mengatakan momentum perayaan kemerdekaan menjadi musim panen bagi para perajin, meski tahun ini mereka juga harus menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku. ( yull/*”)
