Fokusjateng-SURAKARTA-Padma SOC punya cara berbeda untuk memanjakan para pelanggannya. Setiap Jumat, tempat makan yang berlokasi di Jalan Monumen 45, Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta ini menghadirkan jajanan dari pedagang keliling.
Bukan untuk dijual kembali. Jajanan itu sengaja diborong oleh Padma SOC dari pedagangnya, kemudian dibagikan gratis kepada pelanggan. Kegiatan itu diberi tajuk Jajan Lokal by Padma.

Pedagang keliling es potong yang dihadirkan di Padma SOC Solo, melayani pembeli, Jumat malam, 7 Agustus 2026. /*Thia
Es potong jadul, es degan, cilok, hingga es dungdung dan lainnya, pernah dihadirkan untuk dinikmati para pelanggan Padma SOC secara cuma-cuma.
Padma SOC sendiri dikenal sebagai tempat makan yang mengusung konsep berbeda sejak hadir di kawasan Monumen 45 Solo tersebut. Padma SOC menawarkan menu Western, aneka makanan bergaya Barat, dengan harga yang relatif terjangkau dan konsep open kitchen sehingga pengunjung dapat melihat proses makanan disiapkan.
Padma SOC juga menerapkan konsep pergantian menu secara berkala. Ketika pertama kali dibuka pada 2024, Padma SOC memiliki sembilan menu makanan dan minuman yang direncanakan berganti setiap tiga bulan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pelanggan.
Kini, selain bereksperimen dengan menu, Padma SOC mencoba membawa jajanan yang lebih dekat dengan keseharian warga melalui Jajan Lokal by Padma. Program itu sekaligus menjadi cara Padma SOC membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, khususnya pedagang kecil yang berjualan secara keliling.
Tim Marketing Padma SOC, Wahyu Kuncoro Wicaksono, mengatakan program tersebut sengaja menyasar pedagang keliling karena mereka menjadi kelompok yang mudah terdampak ketika penjualan sedang sepi. Padma SOC ingin pembelian dalam jumlah banyak itu setidaknya membantu pedagang membawa pulang hasil jualan tanpa harus menghabiskan waktu berkeliling.
“Kami utamakan pedagang keliling. Mereka sudah muter jauh, tetapi belum tentu dagangannya habis hari itu,” kata Wahyu saat ditemui di Padma SOC, Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Berbeda dengan bazar UMKM, pedagang yang diajak dalam program tersebut tidak perlu membuka lapak di Padma SOC. Tim Padma SOC membeli seluruh dagangan yang tersedia, kemudian membawanya ke lokasi untuk dibagikan kepada pelanggan.
Untuk jajanan tertentu yang membutuhkan penyajian langsung, pedagang tetap dilibatkan. Mereka membawa bahan-bahannya ke Padma SOC dan meracik atau menyiapkannya di lokasi sebelum jajanan tersebut dibagikan kepada pengunjung.
Padma SOC biasanya memborong sekitar 50 hingga 100 porsi dalam satu kali kegiatan. Namun jumlahnya tidak selalu sama karena menyesuaikan dagangan yang tersedia dari pedagang yang ditemukan.
Pencarian pedagang bahkan bisa dilakukan sehari atau beberapa jam sebelum acara. Wahyu mengaku tim harus menyesuaikan waktu karena sebagian pedagang keliling sudah pulang ketika Padma SOC mulai beroperasi pada malam hari.
“Pernah kami mencari es dungdung hanya sekitar dua jam sebelum acara. Kebetulan ketemu pedagangnya, lalu kami minta datang ke sini,” ujarnya.
Program yang telah berjalan sekitar dua bulan itu tidak sepenuhnya ditentukan oleh tim Padma SOC. Pengunjung juga bisa mengusulkan jajanan yang ingin mereka cicipi. Salah satunya adalah permintaan terhadap jajanan tradisional seperti es gempol pleret yang kemudian coba dihadirkan Padma SOC.
Bagi Padma SOC, Jajan Lokal menjadi cara untuk mempertemukan pelanggan dengan jajanan yang mungkin jarang mereka temui. Di sisi lain, program tersebut memberi kesempatan kepada pedagang kecil untuk menjual dagangannya dalam jumlah lebih banyak dalam sekali transaksi.
Wahyu mengatakan gagasan tersebut muncul dari pengamatan terhadap kondisi pedagang kecil di sekitar Kota Surakarta. Selain penjualan yang sepi, sejumlah pedagang juga menghadapi perubahan lokasi berjualan akibat penataan kawasan.
“Kami melihat banyak pedagang kecil yang mengeluh dagangannya sepi. Dari lingkungan sekitar itu kami kepikiran membuat program ini,” tuturnya.
Jajan Lokal by Padma rencananya akan terus digelar setiap Jumat. Bagi Padma SOC, membantu UMKM tidak selalu harus melalui program besar. Membeli dagangan pedagang keliling hingga habis, kemudian membagikannya kepada pelanggan, menjadi cara sederhana yang mereka pilih untuk ikut menjaga usaha kecil tetap berjalan. (*Thia/**)
