Muktamar Nasyiatul Aisyiyah Pilih 13 Formatur Periode 2026-2030

Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah menetapkan 13 kader sebagai formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Jumat, 7 Agustus 2026. Pemilihan dilakukan melalui sistem e-voting. Foto: Istimewa. (*thia/Fokusjateng.com)

Fokusjateng-SURAKARTA-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah menetapkan 13 kader sebagai formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Pemilihan dilakukan melalui sistem e-voting yang diikuti ratusan peserta muktamar dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sebanyak 855 peserta menggunakan hak pilih dalam proses pemungutan suara tersebut. Panitia Pemilihan mencatat 11.115 suara masuk untuk menentukan 13 formatur yang akan melanjutkan proses penyusunan kepemimpinan PPNA untuk empat tahun mendatang.

Pemilihan 13 formatur ini merupakan tahapan akhir dari proses seleksi calon pimpinan. Sebelumnya, terdapat 68 kader yang masuk dalam daftar calon sementara anggota PPNA periode 2026–2030.

Jumlah tersebut kemudian disaring dalam Tanwir III hingga menghasilkan 39 calon tetap. Mereka selanjutnya mengikuti proses pemilihan dalam Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah.

Berdasarkan hasil penghitungan suara yang diumumkan Panitia Pemilihan, Monica Subastia memperoleh suara terbanyak dengan 725 suara. Posisi berikutnya ditempati Desi Ratna Sari dengan 680 suara dan Syahdara Anisa Makruf dengan 675 suara.

Berikut daftar lengkap 13 formatur PPNA periode 2026–2030:

Monica Subastia — 725 suara
Desi Ratna Sari — 680 suara
Syahdara Anisa Makruf — 675 suara
Uswatun Hasanah Sein — 661 suara
Sumarni Susilowati — 651 suara
Dwi Setyowati — 604 suara
Oom Komariah — 569 suara
Dwi Astuti — 556 suara
Mutmainnah — 541 suara
Rini Marlina — 527 suara
Fatihah Nur — 514 suara
Lia Karisma Saraswati — 444 suara
Lesti Kaslati Siregar — 380 suara
Setelah 13 formatur terpilih, proses belum berhenti. Mereka akan menjalankan tahapan musyawarah untuk menentukan susunan kepemimpinan PPNA periode 2026–2030, termasuk menetapkan Ketua Umum dan jajaran pimpinan organisasi.

Hasil tersebut menjadi bagian penting dari proses regenerasi Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi kader perempuan muda Muhammadiyah. Kepemimpinan baru nantinya akan melanjutkan sejumlah agenda organisasi di bidang dakwah, pemberdayaan perempuan, kaderisasi, serta kontribusi sosial bagi masyarakat. (*Thia/**)