Mengintip Ritual Puja Bhakti dan Jamasan Stupa Nepen Boyolali 

Fokus Jateng-BOYOLALI,- Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, menggelar ritual “Puja Stupa Nepen” di lokasi ditemukannya Stupa di desa setempat, pada Rabu 1 Juni 2026 malam. Rangkaian acara berlangsung di tiga lokasi, yaitu Umbul Gondang sebagai tempat pengambilan Tirta Suci, Stupa 1 yang baru ditemukan, dan Stupa Utama di kawasan makam.

“Menyambung Kesadaran Lampau ituberarti menghubungkan kembali kesadaran, nilai, pengetahuan, atau kebijaksanaan dari masa lalu ke masa kini, sehingga warisan yang pernah ada tidak terputus oleh zaman,” kata Koordinator kegiatan sekaligus Ketua Komunitas Nunggak Semi, Mujiharso, Kamis 2 Juli 2026.

Dijelaskan tema acara Puja Stupa Nepen tidak pernah berubah dari tahun ke tahun. Tema yang diusung adalah “Menyambung Kesadaran Lampau”. Menurutnya, tema tersebut merupakan misi dari Nunggak Semi Institute untuk menggaungkan kembali semangat atau kesadaran para leluhur kepada generasi saat ini.

“Tujuannya agar generasi penerus tidak kehilangan jati diri.”

Frasa tersebut, kata Muji memiliki beberapa lapisan. Secara spiritual, maknanya adalah menghidupkan kembali kesadaran batin melalui latihan meditasi, perenungan, maupun penghayatan terhadap ajaran luhur. “Secara budaya, artinya melanjutkan ingatan kolektif terhadap tradisi, sejarah, dan warisan leluhur agar tetap hidup di masa sekarang,” katanya.

Secara filosofis, frasa ini mengingatkan bahwa manusia adalah bagian dari mata rantai panjang kehidupan.

“Masa kini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan kelanjutan dari pengalaman dan kebijaksanaan masa lampau. Artinya adalah belajar dari pengalaman masa lalu agar menjadi landasan dalam mengambil keputusan pada masa kini,” paparnya.

Diikuti masyarakat sekitar, di Stupa Utama yang terletak di Makam Desa Nepen, panitia menggelar delapan rangkaian kegiatan. Rangkaian meliputi mengganti payung lama dengan payung baru, penyiraman air bunga pada objek stupa, pengalungan ronce bunga melati, persembahan Tari Bedhayan, ujub sesaji dan puja-puji sesaji, pendarasan mantra, Dharma Kawedhar atau khotbah Dharma, dan ditutup dengan kenduri bersama.

“lasan pemilihan Umbul Gondang karena air merupakan unsur terpenting dalam kehidupan manusia. Tanpa air, tidak akan ada kehidupan di dunia,” katanya.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, sumber air di Umbul Gondang sempat tidak aktif atau tidak keluar. Sekitar lima hari setelah ditemukannya kembali stupa 1 yang berada di lahan milik salah satu warga, sumber air di Umbul Gondang kembali aktif dengan debit yang cukup besar. Selain itu, aliran air dari Umbul Gondang ternyata melewati area stupa temuan terbaru.

“Dari kejadian itulah, Nunggak Semi Institute berinisiatif mengambil Tirta Suci di Umbul Gondang sebagai sarana untuk penjamasan stupa.” ( yull/*”)