Fokus Jateng-BOYOLALI, – Kebakaran hebat menghanguskan rumah milik Sukirno ( 56) warga Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, pada Selasa pagi, 7 Juli 2026.
Rumah Jawa berbahan kayu dan bambu itu habis terbakar hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Kondisi bangunan rumah yang mudah terbakar ditambah tiupan angin yang cukup kencang di sisi timur lereng Merapi itu, membuat api dengan cepat membesar dan menyebar.
“Iya, pagi tadi sekitar jam 6 kurang seperempat (05.45 WIB), saya lihat api sudah besar,” kata Sirin, tetangga ditemui di lokasi kejadian Selasa.
Warga sekitar sempat dikagetkan suara gemeretak kayu yang terbakar diikuti munculnya asap hitam membumbung tinggi. Warga setempat langsung berdatangan menuju rumah korban. Dengan menggunakan alat seadanya berupaya melakukan pemadaman.
Hanya saja, api kian membesar dan menjalar ke seluruh bagian bangunan rumah, sehingga warga kewalahan. Warga akhirnya berusaha melokalisir kobaran api agar tak merembet ke rumah di sekitarnya.
“Sapi yang di kandang belakang itu langsung dibawa keluar,” imbuhnya.
Sementara sebagian warga juga menghubungi Damkar Boyolali. Satu unit Damkar langsung menuju lokasi kejadian untuk membantu pemadaman.
“Saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong. Pemilik sudah pindah rumah di Dukuh Gondang, Desa Cluntang,” imbuhnya.
Akan tetapi, di dalam rumah berukuran sekitar 8 x 14 meter tersebut, masih terdapat sejumlah perabotan rumah tangga. Juga terdapat ratusan lembar widik atau anyaman bambu yang digunakan untuk menjemur tembakau rajangan. Semua ludes terbakar.
“Cepat sekali tadi. Mungkin nggak sampai 30 menit, sudah habis terbakar. Kami mau memadamkan dengan menyiram air pakai ember, sudah nggak ngatasi,” katanya.
Senada ketua RT setempat, Sukirmin, mengatakan kebakaran berlangsung cepat. Tiupan angin yang cukup kencang sehingga api dengan cepat membesar menghanguskan rumah tersebut.
Dijelaskan, penyebab kebakaran diduga dari konsleting listrik. Meski rumah kosong, namun jarngan dan meteran listrik masih ada.
“Bisa jadi karena konsleting listrik,” pungkasnya. ( yull/**)
