Kawal Program Prabowo hingga ke Desa, Tani Merdeka Gelar Diklat Kader se-Jawa Tengah di Temanggung

 

FOKUSJATENG.COM, JATENG  – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Angkatan II  di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Pringsurat, Kabupaten Temanggung. Pelatihan yang diikuti oleh kader dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah ini dirancang khusus untuk mencetak kader lapangan yang siap mengawal program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto langsung di tingkat desa.
Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki arti yang sangat strategis bagi masa depan pergerakan organisasi. Menurutnya, Bapeltan Pringsurat sengaja dijadikan tempat untuk menggembleng mental dan ideologi para peserta.
“Diklat ini adalah kawah candradimuka bagi kader-kader Tani Merdeka. Di sinilah tempat mereka menyerap bekal, pengetahuan, dan energi pengabdian untuk mengawal serta membersamai petani, guna menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kemakmuran bagi petani,” ujar Wawan Pramono.

Menanamkan Semangat ‘Prabowoisme’

Selama diklat, para peserta tidak hanya dibekali dengan penguatan struktur organisasi, tetapi juga materi tentang **Prabowoisme**—sebuah ideologi dan semangat keberpihakan penuh kepada rakyat kecil, terutama kaum tani. Melalui pemahaman ini, kader diminta untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan memastikan program pemerintah tidak mandek di atas kertas.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengingatkan agar para kader tidak mengendurkan semangat setelah struktur kepengurusan terbentuk.
“Kita pulang menjadi kader yang berbakti kepada bangsa dan negara, serta siap melayani petani di setiap desa,” tegas Don Muzakir.
Ia memaparkan, tugas utama kader Tani Merdeka di lapangan adalah melakukan pendampingan total. Mulai dari membantu petani mengakses pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih berkualitas, hingga membuka akses pasar dan memastikan kepastian harga saat panen tiba.

Menjadi Mata dan Telinga Pemerintah, Lawan Mafia Pangan

Lebih lanjut, Don Muzakir menekankan pentingnya fungsi pengawasan. Kader Tani Merdeka harus tanggap terhadap gejolak ekonomi yang dihadapi petani di awal tahun 2026 ini, termasuk memantau perkembangan capaian produksi pangan dan Nilai Tukar Petani (NTP).
“Kader harus menjadi mata dan telinga pemerintah di desa. Jika ada petani yang kesulitan mendapatkan pupuk, jika ada permainan harga gabah, atau jika ada program yang tidak berjalan, kader harus bergerak,” seru Don Muzakir.
Langkah ini krusial untuk mengamankan program strategis Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian, seperti penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, peningkatan penyerapan gabah, modernisasi pertanian, pembukaan lahan sawah baru, serta percepatan swasembada pangan.
“Kita harus menjaga program Presiden Prabowo. Kita harus membela petani. Jangan sampai ada mafia yang mengambil keuntungan saat petani sedang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pangan bangsa,” tambahnya.
Melalui sinergi materi organisasi, kepemimpinan, komunikasi publik, hingga wawasan ketahanan pangan yang didapat di “kawah candradimuka” Temanggung ini, para kader diharapkan segera membangun komunikasi erat dengan kelompok tani, penyuluh, serta pemerintah desa setempat demi memastikan seluruh kebijakan pertanian tepat sasaran. ( rls/ bre )