Toko Kelontong di Randusari Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Fokus Jateng-BOYOLALI -Kebakaran melanda sebuah toko kelontong di Dukuh Tegalsari RT01 RW04, Randusari, Kecamatan, Teras, Kabupaten Boyolali, meninggalkan kerugian besar bagi Langgeng Sugito pemilik toko. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar dua jam. Penyebabnya belum diketahui dan masih diselidiki.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono mengatakan laporan kebakaran ini masuk ke Markas Damkar Boyolali, pada Jumat 3 Juli 2026 dinihari sekitar pukul 00.03 WIB dari warga.

Mendapati laporan itu, tim dari regu 04 langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi enam menit kemudian.

Petugas butuh waktu 2 jam untuk mengkondisikan api.

“Pemadaman berlangsung  selama  2 jam hingga pukul 02:05,” katanya. Jumat.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23:57 WIB. bermula saat api terlihat muncul dari ruang tengah, yang digunakan sebagai gudang penyimpanan kulkas, tabung gas dan sejumlah bahan dagangan lainnya. Kobaran dengan cepat merembet ke ruang lainnya. Warga sekitar juga memadati kawasan pertokoan untuk melihat proses pemadaman.

“Saat itu pemilik sedang beristirahat di rumahnya, tiba-tiba di telfon ketua RT setempat.  Menginfokan kalau toko milik bapak  sugito  terbakar. Karena jarak rumah dan toko tidak terlalu jauh dia langsung mendatangi tokonya,” kata Supriyono.

Mendapati tokonya terbakar, Sugito bersama warga sekitar sempat berupaya memadamkan kobaran api secara mandiri. Namun karena api terus membesar dan dikhawatirkan merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi, laporan segera disampaikan kepada petugas pemadam kebakaran.

Dua unit mobil pemadam kebakaran  dikerahkan ke lokasi. Petugas melakukan penyiraman intensif dan berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar dua jam, sehingga tidak sempat menjalar ke area sekitarnya.

Meski tidak sampai merembet ke bangunan lain, kebakaran mengakibatkan kerusakan cukup parah. Toko berukuran 7x 11 meter itu ludes terbakar bersama berbagai barang dagangan di dalamnya.

“Menurut pemiliknya, bahwa sumber  api berasal dari ruang tengah yang hanya berisi  2 kulkas dan ada sedikitnya 100 tabung gas. Beruntung tidak  tabung gas yang bocor,” katanya.

Disebutkan kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta. Damkar Boyolali mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai potensi kebakaran yang dapat dipicu oleh penggunaan tungku, gas, instalasi listrik maupun aktivitas pembakaran sampah.  (Yull/**)