KRAPPROV “Didik Melon Cup 2026” Jaring Atlet Renang Sejak Dini

Fokus Jateng-BOYOLALI – Ratusan atlet renang mengikuti Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Provinsi (KRAPPROV) “Didik Melon Cup 2026” di Boyolali.

Kejuaraan renang antar perkumpulan tingkat Jawa Tengah – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),  ini berlangsung di Kolam Renang Tlatar, Boyolali. Berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu – Minggu (4-5 Juli 2026).

Didik Haryadi alias Didik Melon mengatakan event kejuaraan renang ini merupakan event dari Akuatik Kabupaten Boyolali.

“Saya alhamdulillah bisa berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini supaya kita bisa mencari bibit-bibit renang dari Kabupaten Boyolali,” ujar Didik Haryadi, ditemui di sela-sela menghadiri Kejuaraan Renang di Kolam Renang standart nasional di Tlatar, Boyolali, Sabtu 4 Juli 2026.

Perlombaan ini salah satu tujuannya untuk mencari bibit-bibit atlet renang sejak dini, lanjut Didik, pihaknya berharap bisa menjaring atlet-atlet renang muda, khususnya di Kabupaten Boyolali. Kemudian bisa berkembang menjadi atlet-atlet handal kedepannya.

Peserta renang dari usia dibawah 9 tahun hingga 16 tahun dan diatasnya. Karpprov Jateng – DIY 2026 ini mempertandingkan 5 kategori. Yaitu grup 1 atau S untuk kelompok umur 16 tahun dan diatasnya. Kemudian grup II untuk usia 14 – 15 tahun.

Lalu grup III untuk kelompok umur 12 – 13 tahun. Grup IV untuk umur 10 – 11 tahun serta grup V untuk usia 9 tahun dan dibawahnya.

Kejuaraan ini diharapkan juga bisa menjadi ajang pemanasan atau persiapan atlet-atlet Boyolali, jelang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jateng tahun ini. Selanjutnya persiapan menghadapi PON 2028.

Menurut dia, harus ada suport untuk para atlet untuk persiapan para atlet menghadapi dua event olah raga tingkat provinsi dan nasional tersebut.

“Sebetulnya ini kan mendekati event Proprov. Lha nanti persiapan untuk Boyolali. Dari kegiatan Porprov ini nanti untuk PON (Pekan Olahraga Nasional) 2028. Nah ini mestinya harus ada support. Siapapun yang berkesempatan ya harus memberikan support ini, supaya mereka juga ada semangat. Karena kalau mengandalkan mereka individu kalau tanpa ada sponsor atau yang memberikan dukungan saya pikir tidak bisa berkembang secara cepat,” tandasnya. ( ist/**)