Usai Temuan Bayi di Toilet KA Sancaka, Muncul Kasus Lainnya di Selokan Depan Rumah Warga

Polisi menyelidiki tempat kejadian perkara (TKP) temuan jenazah bayi di Jalan Pisang 2, Kelurahan Keren, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. (Istimewa/Thia /Fokusjateng.com)

Fokusjateng-SURAKARTA-Kasus penemuan bayi di Kota Surakarta atau Solo kembali terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026. Setelah sebelumnya seorang bayi ditemukan dalam kondisi hidup di toilet Kereta Api (KA) Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng pada pagi hari, beberapa jam kemudian warga kembali dikejutkan dengan penemuan jenazah bayi di sebuah selokan di kawasan Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan.

Dari informasi yang didapatkan, jenazah bayi itu ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB di selokan di Jalan Pisang 2, Kelurahan Kerten. Bayi tersebut berada di dalam bungkusan plastik hitam.

Kepala Seksi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan, penemuan bermula dari keterangan seorang warga bernama Margiyanto yang mengaku telah mencium bau menyengat di sekitar depan rumahnya sejak Jumat, 3 Juli 2026. Saat itu, bau tersebut dikira berasal dari bangkai tikus.

Pada Sabtu sore, Margiyanto kemudian mengajak tetangganya, Kasman, yang baru pulang bekerja untuk mencari sumber bau tersebut. Keduanya lalu menelusuri area sekitar rumah hingga menemukan sebuah plastik hitam di dalam selokan.

“Setelah dilakukan pencarian, bau menyengat diketahui berasal dari sebuah selokan yang terdapat bungkusan plastik berwarna hitam. Saat bungkusan itu ditarik keluar, tampak kepala seorang bayi yang sudah dalam keadaan meninggal dunia,” kata Lingga dalam keterangan tertulis, Sabtu.

Mengetahui temuan tersebut, Margiyanto segera melapor kepada Ketua RT setempat. Laporan kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Kerten dan selanjutnya disampaikan ke Polsek Laweyan.

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area sekitar penemuan, dan mengevakuasi jenazah bayi ke RS Dr Moewardi Surakarta untuk menjalani visum.

“Saat ini, Satreskrim Polresta Surakarta masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas bayi serta mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” ujar Lingga.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor untuk membantu proses penyelidikan. (**/*Thia)