Rombongan Diduga Pesilat di Boyolali, Ricuh, 4 Dibacok, Motor Dibakar 

Petugas Damkar Boyolali melakukan pemadaman motor yang terbakar di Banyudono, Senin (29/6/2026) dini hari (Dok/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng – BOYOLALI,  –Aksi massa pesilat usai mengikuti sah-sahan warga baru PSHT di Gladaksari, Ampel sempat membuat gaduh dan meresahkan masyarakat di Boyolali, Senin 29 Juni 2026 Dini hari.

Empat orang dilaporkan mengalami luka bacok, dua sepeda motor dibakar, serta sejumlah rumah dan bengkel serta tiga mobil warga rusak akibat lemparan batu. Kejadian ini melibatkan rombongan penggembira bermotor yang menyulut emosi warga.

Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, menyebut  ada 3 TKP utama, yakni di wilayah kecamatan, Banyudono, Sambi, dan Teras.

“Di Trosobo, Sambi peristiwa terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, 4 pelaku menghadang rombongan 7 motor yang pulang dari konvoi dan membacok 2 orang dengan senjata tajam, lalu membakar 1 unit PCX,” katanya.

Saat bersamaan, sekira pukul 01.00 WIB di Banyudono, 4 pelaku membacok 2 pemuda yang sedang buang air kecil di pinggir jalan dan membakar motornya. Sementara di Kecamatan Teras, tepatnya di depan Bengkel OJ Shock. Dua pegawai bengkel dianiaya oleh kelompok pengombyong hingga mengalami luka luka. Lalu ada ada 3 mobil, kaca bengkel, dan kaca rumah warga dipecah di Kecamatan Teras.

“Kurang lebih empat atau tujuh terindikasi pelaku, langsung memukul karyawan OJ Shock. Setelah memukul, dia langsung memecahkan kaca mobil yang ada di bengkel menggunakan batu,” ujar Winarsih.

Winarsih menegaskan semua korban bacok baru pulang menghadiri pengesahan PSHT.

“Betul, iya, betul sekali. Jadi semua korban itu setelah menghadiri acara PSHT,” katanya.

Kendati demikian, polisi belum bisa memastikan siapa dan apa motif pembacokan dari orang tidak dikenal tersebut. Total 4 korban luka bacok kini dirawat di RS Asy-Syifa dan RS Indriati. Polisi saat ini masih mendalami kasus ini.

Tidak hanya itu, konvoi ribuan massa yang memadati jalan raya tersebut juga sempat menghambat laju mobil Damkar Boyolali yang hendak melakukan pemadaman.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono membenarkan pihaknya menerima laporan satu kendaraan terbakar di dekat Simpang Ngangkruk Banyudono. Hanya saja, banyaknya konvoi pesilat memadati jalan mengakibatkan terhambatnya laju mobil pemadam kebakaran.

” Jadi laporan sekitar pukul 01.34 WIB, Damkar Langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman kendaraan tersebut. Motor berhasil dipadamkan sekira pukul02.30 WIB,” katanya. (Yull/**)