Jari Membengkak Gara-gara Cincin ‘Enggan Pisah’, Pemuda di Mojogedang Terpaksa ‘Diselamatkan’ Damkar Karanganyar

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Tugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karanganyar tampaknya makin hari makin bervariasi. Bukan cuma menjinakkan si jago merah atau menangkap ular, kali ini personel Damkar harus turun tangan melawan musuh mini yang super merepotkan: sebuah cincin logam.
Nasib apes sekaligus menggelitik ini menimpa Rajasah Dananjaya, seorang pemuda asal Jatimulyo, Kelurahan Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar. Gara-gara cincin yang dipakainya kekecilan dan enggan lepas, jarinya justru membengkak hingga bikin panik.
Karena sudah mentok tidak bisa dilepas sendiri, Rajasah akhirnya memilih “menyerahkan diri” ke Mako Damkar Satpol PP Kabupaten Karanganyar pada Senin (6/7/2026) siang sekitar pukul 13.10 WIB.

Evakuasi Dramatis Berdurasi 10 Menit

Melihat kondisi jari korban yang mulai membesar, petugas Damkar tidak tinggal diam. Bukan selang air raksasa yang dikeluarkan, melainkan peralatan presisi berupa gerinda mini, tang pemotong, dan sebilah sendok sebagai pembatas antara kulit dan logam.
Proses eksekusi berlangsung cukup menegangkan namun penuh tawa. Dalam video yang beredar, korban tampak tegang menahan senyum saat gerinda mini mulai memercikkan bunga api di jarinya. Petugas pun harus beberapa kali menyiramkan air untuk meredam rasa panas akibat gesekan logam.
Di tengah-tengah proses pemotongan, korban sempat meletupkan celetukan kocak, “Saa.. saa.. Mas!” (Bisa-bisa, Mas!) sambil meringis manja yang langsung disambut tawa renyah oleh petugas dan rekannya yang merekam video.

Penjelasan Petugas Damkar

Staff Damkar Karanganyar, Supriyanta, membenarkan adanya aksi penyelamatan jari tersebut. Menurutnya, proses evakuasi berjalan lancar berkat ketenangan korban dan kehati-hatian petugas.
“Ya, benar. Ada warga dari Mojogedang yang datang langsung ke Mako sekitar jam 13.10 WIB. Keluhannya jari membengkak karena cincinnya macet total. Kami langsung lakukan tindakan evakuasi menggunakan alat pemotong kecil secara hati-hati agar tidak melukai kulitnya,” ujar Supriyanta saat dikonfirmasi.
Beruntung, lewat keahlian tangan para petugas, cincin “nakal” tersebut akhirnya menyerah.
“Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih 10 menit, tepatnya pukul 13.20 WIB, cincin berhasil kita potong dan lepas dengan aman,” imbuh Supriyanta.

Pantang Pulang Sebelum Padam

Dengan terlepasnya cincin tersebut, jari Rajasah akhirnya bisa kembali “bernapas” bebas, meskipun masih menyisakan sedikit pembengkakan yang nantinya akan mengempis dengan sendirinya.
Aksi ini kembali membuktikan bahwa slogan “Pantang Pulang Sebelum Padam” milik Damkar Karanganyar tidak hanya berlaku untuk urusan api kebakaran, tetapi juga sukses memadamkan rasa panik warga yang jarinya terjebak cincin kekecilan.
Bagi warga Karanganyar yang mengalami kejadian serupa atau butuh bantuan darurat non-kebakaran (<i>rescue</i>), Mako Damkar Karanganyar yang beralamat di Jln. Sriwijaya No. 1 Cangakan siap melayani 24 jam. Layanan ini dipastikan gratis alias tanpa dipungut biaya! ( bre )