Lepas 2.914 Mahasiswa KKN, Rektor UNS: Ilmu Harus Berdampak bagi Masyarakat

Rektor UNS Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr. M. Si memberikan sambutan dalam acara Pelepasan Mahasiswa Program KKN di Gedung Auditorium UNS, Selasa, 7 Juli 2026. (Thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng – SURAKARTA,- REKTOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. meminta mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak memandang kegiatan pengabdian sebagai sekadar kewajiban akademik. Menurutnya, KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Hartono saat melepas 2.914 mahasiswa peserta KKN Periode Juli–Agustus 2026 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa, 7 Juli 2026.

Di hadapan ribuan mahasiswa, Hartono mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar dari sekadar mencetak lulusan dengan kemampuan akademik. Kampus juga harus melahirkan lulusan yang memiliki kepedulian sosial melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui pengabdianlah ilmu pengetahuan menemukan maknanya. Ilmu yang hanya berhenti di ruang kelas akan menjadi pengetahuan, tetapi ilmu yang hadir di tengah masyarakat akan berubah menjadi kemanfaatan,” ujar Hartono.

Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan kebijakan Kampus Berdampak yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Keberhasilan perguruan tinggi, kata dia, tidak hanya diukur dari capaian akademik dan publikasi ilmiah, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjawab persoalan masyarakat.

“Kampus juga harus mampu memperkuat pembangunan desa, mengembangkan ekonomi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” katanya.

Menurut Hartono, KKN menjadi salah satu bentuk nyata implementasi semangat Kampus Berdampak. Melalui program tersebut, UNS tidak hanya mengirim mahasiswa ke desa, tetapi juga membawa ilmu pengetahuan, inovasi, kepedulian, dan semangat gotong royong untuk tumbuh bersama masyarakat.

Pada periode Juli–Agustus 2026, mahasiswa KKN UNS mengusung tema “Penguatan Kapasitas Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Desa”.

Pelaksanaan KKN juga didukung sejumlah program kolaborasi, seperti KKN Literasi bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Program Desa Binaan bersama BPJS Ketenagakerjaan, serta kerja sama dengan PT Pertamina Patra Logistik.

“Pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus dibangun melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Hartono.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang belajar dan berkarya. Menurutnya, pengalaman hidup bersama masyarakat akan memberi pemahaman langsung mengenai berbagai persoalan bangsa.

“KKN bukan tentang seberapa jauh lokasi penugasannya ataupun seberapa terpencil desanya. KKN adalah tentang seberapa besar manfaat yang dapat Saudara hadirkan bagi masyarakat, sekaligus seberapa banyak pelajaran hidup yang dapat Saudara bawa pulang,” kata Hartono.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengatakan Pemerintah Kabupaten Sragen mendapat dukungan untuk berbagai program yang sedang dijalankan. Bisa bersinergi mendukung program yang dijalankan Menurut Sigit, ada sekitar 300 mahasiswa UNS yang melaksanakan KKN di Sragen. Mereka disebar ke berbagai wilayah dan bergabung dengan mahasiswa KKN dari kampus.

“Di Kabupaten Sragen sendiri ada program dandan omah, program pengentasan stunting, dan program untuk pengurangan angka iliterasi,” kata dia.

Pihaknya berharap, mahasiswa yang melaksanakan KKN bisa bersinergi dalam mendukung program yang sedang dijalankan pemda. “Di Sragen ada 300-an mahasiswa yang diterjunkan UNS dan ini berbarengan dengan berbagai kampus lain di Indonesia yang juga KKN di Sragen,” imbuhnya. (**/*Thia)