Jejak CCTV Mengarah ke Jembatan Jurug, Pencarian Remaja Asal Jaten Karanganyar  di Bengawan Solo Resmi Dihentikan

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Operasi pencarian terhadap SMP (16), remaja asal Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, resmi dihentikan oleh tim SAR gabungan. Keputusan ini diambil setelah adanya bukti baru dari rekaman CCTV yang menunjukkan korban tidak menuju ke arah sungai, melainkan ke arah Jembatan Jurug.
Sebelumnya, personel dari SAR Solo, BPBD Kabupaten Karanganyar, dan sejumlah relawan sempat menyisir aliran Sungai Bengawan Solo setelah korban dilaporkan hilang sejak Jumat (3/7/2026) lalu.

Alasan Penghentian Operasi SAR

Humas Kantor BASARNAS Solo, Yohan Tri Anggoro, mewakili Kepala Kantor BASARNAS Solo Kamal Riswandi, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian di sungai telah dihentikan sejak Minggu (5/7/2026).
“Operasi pencarian remaja di Sungai Bengawan Solo resmi dihentikan sejak dua hari lalu. Ada indikasi kuat bahwa penyintas berinisial SMP tidak mengarah pada peristiwa tenggelam di sungai,” ujar Yohan saat dikonfirmasi pada Selasa (7/7/2026).

Karena petunjuk di lapangan berubah, tim pencari (Opsar) akhirnya resmi dibubarkan. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo. Ia membenarkan bahwa operasi gabungan telah selesai dan tindak lanjutnya kini diserahkan kepada pihak keluarga.
“Iya, sudah dihentikan. Untuk pencarian selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Sugiharjo.

Sikap Tenang Keluarga Tuai Keheranan Tetangga

Di sisi lain, hilangnya remaja berusia 16 tahun ini menyisakan tanda tanya di lingkungan tempat tinggalnya. Guntoro, salah satu tetangga korban, menyebutkan hingga saat ini keberadaan SMP memang belum diketahui. Namun, ia mengaku heran dengan respons pihak keluarga yang dinilai terlalu tenang.
“Sampai sekarang SMP belum ketahuan di mana. Saya pribadi agak heran, karena meskipun ada anggota keluarga yang hilang, sikap keluarga tampak tenang-tenang saja. Bahkan saat saya tanya apakah sudah buat laporan resmi ke polisi, mereka bilang belum,” ungkap Guntoro.

Polsek Jaten Tetap Lakukan Penyelidikan

Meski pencarian di sungai dihentikan dan keluarga belum membuat laporan resmi, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Kapolsek Jaten, AKP Agus Susilo Utomo, menegaskan bahwa jajarannya masih terus berupaya melacak keberadaan SMP.
Saat ini, fokus kepolisian adalah menggali informasi dari orang-orang terdekat korban guna menemukan titik terang.
“Kami tetap melakukan pencarian dengan mengumpulkan keterangan. Saat ini kami sedang membangun komunikasi dengan orang-orang yang dimungkinkan kenal atau sempat berinteraksi dengan yang bersangkutan,” pungkas AKP Agus. ( gdn/ bre )