FOKUS JATENG – SRAGEN – Dua jembatan yang rencananya dibangun di wilayah Sragen gagal dilaksanakan. Proyek jembatan ini yakni Jembatan Musuk (Kecamatan Sambirejo) dan Jembatan Bejingan (Kecamatan Masaran).
Warga sangat mengharapkan segera dibangun agar bisa menopang kebutuhan warga Sragen. Namun ternyata jembatan tersebut tidak bisa dianggarkan di APBD 2018. Sekda Sragen Tatag Prabawanto mengatakan, dua jembatan itu tidak bisa dianggarkan pada APBD 2018.
Dia menjelaskan, pada 2017 sudah dianggarkan, namun gagal lelang tapi tidak dicabut. Sehingga anggaran masih dianggap berjalan tapi menjadi Silpa 2017. Agar pembangunan jembatan tersebut kemungkinan akan bisa dianggarkan lagi pada APBD 2019.
”Dua Jembatan di Desa Pilang dan Musuk tidak bisa dianggarkan 2018, karena menghindari dobel anggaran, Kalau nilainya itu sekitar Rp 3,9 Miliar seingat saya,” terang Sekda Selasa 12 Desember 2017.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pilang Sukisno mengaku tidak mengetahui jika kembali mundur untuk pelaksanaan pembangunan jembatan di Bejingan. Pihaknya menyampaikan belum mengetahui reaksi dari masyarakat.
Sukisno menyampaikan bahwa awalnya warga mendengar akan dikerjakan pada pertengahan 2017 lalu. Lantas kembali mendapat kabar bahwa jembatan baru dikerjakan pada 2018.
”Yang pertama pasti menjadi masalah ke Lurah, karena berita awalnya akan dikerjakan bulan 3, setelah itu warga ngertinya tanggal itu, diundur 2018 saja mengeluh apalagi mundur kembali,” ujarnya.
