FokusJateng.com – BOYOLALI – Shelter Emergency yang baru dioperasikan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu di Pos 3 Jalur Pendakian Suwanting mulai dirasakan manfaatnya oleh pendaki yang mengalami gejala hipotermia.
Salah satunya, R. Najwarty Mulya Harahap. Pendaki asal Jambi ini merupakan bagian dari rombongan pendaki mandiri berjumlah empat orang, Pendakian dimulai pada Selasa16 Juni pukul 09.00 WIB dari Loket 2 Suwanting. Sekitar pukul 15.00 WIB, pendaki tiba di Pos 2.
“Namun pendaki itu mulai merasakan mual, pusing, serta beberapa kali mengalami muntah. Kondisi fisik yang terus menurun menyebabkan pendaki kesulitan melanjutkan perjalanan,” tulis keterangan BTNGMb pada Jumat 19 Juni 2026.
Dijelaskan, dalam perjalanan menuju area Pos 3, pendaki sempat dibantu oleh pendaki lain, dengan membawakan tas ransel hingga mencapai HM 33. Kemudian sekitar pukul 20.00 WIB, diketahui kondisi pendaki semakin memburuk dengan munculnya gejala hipotermia yang ditandai tubuh menggigil hebat. Bersama rekan satu rombongan dan bantuan pendaki lain, dilakukan mitigasi awal menggunakan emergency blanket serta pendirian tenda darurat.
“Salah satu anggota rombongan kemudian menghubungi pihak basecamp melalui jaringan seluler untuk meminta bantuan,” terangnya.
Menerima laporan tersebut, pihak basecamp segera meneruskan informasi kepada porter dan petugas yang berada di sekitar Pos 3 melalui komunikasi radio. Tim melakukan respons cepat mengevakuasi pendaki menuju Shelter Emergency Pos 3.
Sekitar pukul 21.00 WIB, pendaki telah mendapatkan penanganan di dalam Shelter Emergency menggunakan peralatan pertolongan pertama yang tersedia. Selain itu, pendaki juga diberikan asupan makanan dan minuman hangat untuk membantu memulihkan kondisi tubuh.
“Setelah mendapatkan penanganan selama kurang lebih satu jam, kondisi pendaki berangsur membaik, suhu tubuh kembali menghangat, dan kondisi fisik dinyatakan stabil.”
Kepala SPTN Wilayah II Balai TN Gunung Merbabu, Tri Wiyanto, menyampaikan bahwa kejadian ini merupakan bukti nyata pentingnya keberadaan Shelter Emergency sebagai bagian dari sistem keselamatan pendakian di kawasan Gunung Merbabu.
“Shelter Emergency yang telah kami operasikan di Jalur Suwanting dirancang sebagai fasilitas mitigasi risiko dan penanganan awal kondisi darurat di jalur pendakian. Jadi, kami berharap fasilitas ini semakin memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan pendakian yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” paparnya.
Menurut Tri Wiyanto, pada Rabu 17 Juni pukul 14.00 WIB, pendaki tersebut telah turun melalui Jalur Suwanting dan dikonfirmasi oleh petugas Balai TN Gunung Merbabu di basecamp The Camp Suwanting dalam kondisi sehat dan selamat. Pendaki juga menyampaikan apresiasi serta merasakan secara langsung manfaat keberadaan Shelter Emergency yang telah disediakan di jalur pendakian tersebut.
Balai TN Gunung Merbabu mengimbau seluruh pendaki untuk mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan pendakian, serta memperhatikan faktor cuaca sebelum melakukan pendakian. Pendaki juga diharapkan tidak ragu untuk segera melaporkan kepada petugas apabila mengalami kondisi darurat di jalur pendakian agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (yull/**)
