FOTO : Wabup Adhe Eliaana Adu akting dengan Dirut aneka Usaha Samidi di atas Panggung kethoprak sesarengan Mbangun Karanganyar
FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Gelak tawa dan riuh tepuk tangan penonton bergemuruh memenuhi Gedung Teater Karanganyar pada Kamis malam (18/6/2026). Bagaimana tidak? Panggung pertunjukan seni tradisional ketoprak malam itu menyajikan pemandangan yang sangat langka. Para pejabat teras Kabupaten Karanganyar, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Komandan Kodim (Dandim), hingga Direktur Utama (Dirut) PUD Aneka Usaha, mendadak “banting setir” menjadi seniman panggung.
Mereka tampil totalitas dalam pementasan ketoprak bertajuk “Babad Karanganyar” yang digelar dalam rangka Gelar Budaya Sesarengan Mbangun Karanganyar. Acara megah ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Yayasan Pendapa Budaya Indonesia, sebagaimana yang sempat ramai lewat unggahan pamflet resmi di media sosial.
Sejak sore hari sebelum gerbang dibuka pukul 19.00 WIB, antusiasme masyarakat sudah tak terbendung. Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati area gedung untuk menyaksikan sejarah lahirnya Bumi Intanpari yang dikemas secara apik, jenaka, dan penuh warna.
Kolaborasi Apik Pemimpin Daerah dan Seniman Kondang
Kehadiran Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., dan Wakil Bupati, H. Adhe Eliana, S.E., di atas panggung menjadi magnet utama malam itu. Mengenakan pakaian adat Jawa lengkap, keduanya tampil luwes memerankan tokoh sejarah dalam lakon “Babad Karanganyar”. Tidak mau kalah, Komandan Kodim 0727/Karanganyar juga ikut ambil bagian, membuktikan sinergi yang kokoh antara jajaran Forkopimda tidak hanya terjadi di meja rapat, melainkan juga di atas panggung budaya.
Suasana panggung kian pecah dan mengocok perut saat para pelawak legendaris tanah air, Yati Pesek dan Marwoto, muncul. Menariknya, pementasan malam itu juga menampilkan kejutan spesial dengan hadirnya Samidi, Dirut PUD Aneka Usaha Karanganyar.
Samidi sukses mencuri perhatian penonton dan tampil sebagai bintang penghibur humor yang sangat cair. Dirut BUMD tersebut tampil klop dan kompak beradu akting penuh banyolan segar bersama Marwoto, membuat penonton tak henti-hentinya tertawa terpingkal-pingkal. Lewat dialog jenaka mereka, pesan-pesan moral dan nilai edukasi sejarah daerah tersampaikan secara luwes tanpa kesan menggurui, diiringi rancaknya tabuhan gamelan dari Karawitan Wanito ‘Mbok.
Bukti Nyata Perhatian Serius Pemkab Terhadap Kelestarian Budaya
Lebih dari sekadar tontonan hiburan, pagelaran ketoprak ini menjadi simbol sekaligus bukti nyata dari perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terhadap pelestarian kebudayaan lokal. Di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi, Pemkab Karanganyar secara konkret memberikan ruang, panggung, dan dukungan penuh guna memastikan seni tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kebudayaan adalah fondasi utama dalam membangun karakter serta memperkuat identitas daerah.
“Budaya adalah akar yang menguatkan jati diri kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Sesarengan membangun Karanganyar juga berarti sesarengan merawat budaya yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Bupati Rober.
Langkah berani para pemimpin daerah yang turun langsung ke panggung ketoprak ini diharapkan dapat memicu semangat generasi muda untuk kembali melirik dan bangga terhadap seni tradisi. Dengan antusiasme penonton yang luar biasa, Pemkab Karanganyar berkomitmen agar kegiatan gelar budaya semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuannya jelas: membawa Karanganyar melangkah maju menuju masa depan yang modern, namun tetap berdiri kokoh di atas akar budaya leluhur yang adiluhung. ( bre )
