‎2000 Lowongan Dibuka di Job Fair Inklusi Boyolali 2026

Fokus Jateng-BOYOLALI -Kabar baik bagi masyarakat yang tengah mencari pekerjaan. ‎Job Fair Inklusi 2026 di halaman Kantor Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Jawa Tengah, pada 23-24 Oktober 2026 menyediakan sekitar 2.000 lowongan kerja dari 48 perusahaan dan beberapa lembaga penyalur kerja yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

‎”Hampir 2.000 lowongan pekerjaan. Monggo warga masyarakat yang mungkin mencari pekerjaan, lowongan-lowongan pekerjaan ini sudah kita mulai buka di Kabupaten Boyolali,” kata Bupati Boyolali Agus Irawan saat meninjau stand Job Fair Inklusi 2026. Jumat 23 Oktober 2026.

Bupati Agus mengatakan kegiatan yang digelar dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), guna mempublikasikan informasi lowongan ini secara masif melalui berbagai platform media, sehingga lebih mudah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kualifikasi.

Menurutnya, Pemkab Boyolali tidak hanya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat secara umum. ‎Lowongan pekerjaan juga disediakan bagi penyandang disabilitas.

‎”Jadi pemerataan kebutuhan pekerjaan kita berikan semuanya di Kabupaten Boyolali,” ujarnya.

Ia menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Boyolali saat ini masih berada di kisaran 19.000 orang. ‎Dengan dibukanya ribuan lowongan melalui Job Fair Inklusi 2026, pihaknya berharap angka pengangguran di Boyolali dapat ditekan.

‎‎”Karena pekerjaan tidak hanya di perusahaan saja, tapi juga bisa di wirausaha. Ini yang kita dorong bersama-sama,” imbuh Agus.

‎‎Salah satu perusahaan yang membuka peluang kerja dalam jumlah besar adalah PT Wanhe Garment Indonesia.

‎‎HR PT Wanhe Garment Indonesia, Volia Mega Rosi, mengatakan pihaknya bahkan membutuhkan sekitar 6.000 karyawan.

‎”Lowongan di Wanhe itu kita butuh 6.000 karyawan. 6.000 karyawan dengan semua posisi, dari operator sampai level manajerial, supervisor,” kata Volia.

‎Dari berbagai posisi tersebut, kebutuhan paling banyak saat ini berada di level operator. ‎Menurutnya, hal itu berkaitan dengan proses produksi perusahaan yang bergerak di bidang rajut.

‎”Posisinya untuk saat ini yang paling banyak adalah operator. Kami itu main prosesnya adalah rajut, jadi paling banyak dibutuhkan adalah operator untuk linking, linking process,” pungkasnya. ( yull/**)

‎