Petisi Dukungan Penuh untuk KGPH Hangabehi Menguat dalam Pertemuan Dinasti Mataram

KGPH Hangabehi (kelima dari kiri) bersama perwakilan trah keturunan Paku Buwono di Keraton Surakarta. (Istimewa/thia/Fokusjateng.com)

FokusJateng.com – SURAKARTA – Dukungan penuh kepada KGPH Hangabehi sebagai SISKS Paku Buwono XIV, penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kembali ditegaskan dalam pertemuan keluarga besar Dinasti Mataram yang berlangsung di Sasana Hondrowina, Keraton Surakarta Hadiningrat, Jumat malam 12 Juni 2026.

Pertemuan yang dihadiri para sentonodalem serta perwakilan trah keturunan Paku Buwono dari berbagai generasi itu menghasilkan petisi dukungan yang menegaskan komitmen keluarga besar Dinasti Mataram terhadap keberlanjutan kepemimpinan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Petisi dibacakan oleh Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa dukungan kepada KGPH Hangabehi merupakan hasil musyawarah panjang keluarga besar Dinasti Mataram.

“Ini bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Dukungan ini merupakan hasil kesepakatan keluarga besar Dinasti Mataram yang telah dibangun melalui proses musyawarah dan didasarkan pada adat istiadat serta ketentuan yang berlaku di lingkungan keraton,” ujar Gusti Moeng.

Menurutnya, berbagai dokumen resmi yang telah disusun sebelumnya menjadi dasar kuat dalam menetapkan arah suksesi kepemimpinan Keraton Surakarta Hadiningrat. Para sentonodalem dari trah Paku Buwono II hingga Paku Buwono XIII yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan persetujuan terhadap isi petisi yang mendukung KGPH Hangabehi atau GPH Mangkubumi sebagai SISKS Paku Buwono XIV.

Dalam petisi disebutkan bahwa penetapan penerus tahta mengacu pada kesepakatan keluarga besar Dinasti Mataram yang telah dituangkan dalam berita acara, akta notaris, serta diperkuat melalui putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Kami ingin memastikan bahwa proses suksesi berjalan sesuai paugeran, berdasarkan kesepakatan keluarga besar, serta memiliki landasan hukum yang jelas,” lanjutnya.

Selain aspek adat dan kesepakatan keluarga, petisi juga menyoroti penguatan legal formal yang berasal dari keputusan pemerintah terkait penggunaan nama dan jabatan SISKS Paku Buwono XIV. Atas dasar itu, keluarga besar Dinasti Mataram menilai posisi KGPH Hangabehi sebagai penerus tahta memiliki legitimasi yang kuat, baik secara adat maupun hukum.

Pertemuan di Sasana Hondrowina juga menjadi ajang konsolidasi keluarga besar Keraton Surakarta Hadiningrat. Para peserta menyatakan komitmen untuk menjaga persatuan keluarga serta mendukung berbagai agenda budaya keraton ke depan.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah persiapan pelaksanaan Jumeneng Dalem SISKS Paku Buwono XIV. Acara tersebut dipandang sebagai tahapan penting dalam rangkaian penobatan Raja Keraton Surakarta Hadiningrat sekaligus simbol keberlanjutan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Harapan kami, seluruh keluarga besar keraton dapat bersatu, menjaga marwah budaya Jawa, dan bersama-sama menguatkan eksistensi Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai pusat kebudayaan yang tetap hidup dan berkembang,” kata Gusti Moeng.

Melalui petisi yang disepakati bersama itu, keluarga besar Dinasti Mataram berharap seluruh elemen keraton dapat menjaga persatuan dan mengedepankan pelestarian budaya. Dukungan yang mengemuka dalam forum tersebut menunjukkan semakin kuatnya konsolidasi internal menjelang pelaksanaan Jumeneng Dalem SISKS Paku Buwono XIV yang direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. (*Thia/**)